OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp202,04 Triliun, Didominasi EBUS

- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pencapaian signifikan dalam penghimpunan dana di pasar modal Indonesia yang mencapai Rp202,04 triliun hingga 28 Oktober 2026.
- Pertumbuhan penghimpunan dana ini berjalan seiring dengan ekspansi basis investor domestik yang terus meluas.
- Hingga periode yang sama, jumlah Single Investor Identification (SID) telah menembus angka 33,36 juta , menandakan partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal semakin inklusif dan masif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pencapaian signifikan dalam penghimpunan dana di pasar modal Indonesia yang mencapai Rp202,04 triliun hingga 28 Oktober 2026. Kinerja positif ini didorong oleh dominasi penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) yang menyumbang nilai sebesar Rp150,43 triliun, menunjukkan kepercayaan tinggi dari pelaku pasar terhadap instrumen utang domestik.
Pertumbuhan penghimpunan dana ini berjalan seiring dengan ekspansi basis investor domestik yang terus meluas. Hingga periode yang sama, jumlah Single Investor Identification (SID) telah menembus angka 33,36 juta, menandakan partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal semakin inklusif dan masif. Capaian ini sejalan dengan data terbaru bahwa basis investor pasar modal menembus 33,36 juta dengan antrean IPO yang semakin ramai.
Struktur Penghimpunan dan Dominasi Instrumen Utang
Dari total nilai penghimpunan dana, instrumen EBUS menjadi kontributor utama dengan porsi yang sangat dominan. Data OJK menunjukkan bahwa nilai penerbitan EBUS mencapai Rp150,43 triliun, yang merupakan bagian besar dari total akumulasi dana yang berhasil dihimpun sepanjang tahun berjalan (year to date) hingga akhir Oktober 2026.
Komposisi data kunci pasar modal per 28 Oktober 2026:
- Total penghimpunan dana: Rp202,04 triliun
- Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS): Rp150,43 triliun
- Jumlah investor domestik (SID): 33,36 juta
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pandu Sjahrir Klarifikasi Sanksi OJK ke Supra Sekuritas: Saham Sudah Dilepas Sejak Juni 2026

Simpanan Nasabah Kakap Melesat 11,91% di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi

Oona Insurance (ABDA) Catat Laba Naik 20,65%, Pasar Asuransi Mobil Listrik Jadi Penggerak Utama
