KOI Soroti Absennya Panjat Tebing dan Dayung di SEA Games 2027, Oktohari Minta Proporsionalitas
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Sikap ini disampaikan KOI setelah mencermati keputusan final Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) mengenai daftar cabang olahraga untuk SEA Games ke-34.
- Selain panjat tebing dan dayung, beberapa cabang prestisius lainnya juga absen dari daftar pertandingan, yang berdampak langsung pada strategi perolehan medali Indonesia di ajang regional tersebut.
- Kekurangan Jumlah Cabang dan Nomor Pertandingan Berdasarkan dokumen yang telah disetujui dalam rapat SEAGF, SEA Games Malaysia 2027 hanya akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga .
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secara tegas menyoroti ketidakhadiran sejumlah cabang olahraga unggulan nasional, termasuk panjat tebing dan dayung, dalam program pertandingan SEA Games 2027 yang akan diselenggarakan di Malaysia. Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menyatakan bahwa penyusunan cabang olahraga dan nomor pertandingan seharusnya mempertimbangkan kepentingan seluruh negara anggota, bukan hanya berfokus pada aspek kemudahan penyelenggaraan oleh tuan rumah.
Sikap ini disampaikan KOI setelah mencermati keputusan final Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) mengenai daftar cabang olahraga untuk SEA Games ke-34. Selain panjat tebing dan dayung, beberapa cabang prestisius lainnya juga absen dari daftar pertandingan, yang berdampak langsung pada strategi perolehan medali Indonesia di ajang regional tersebut.
Kekurangan Jumlah Cabang dan Nomor Pertandingan
Berdasarkan dokumen yang telah disetujui dalam rapat SEAGF, SEA Games Malaysia 2027 hanya akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga. Jumlah ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan SEA Games Thailand 2025, yang mempertandingkan sekitar 50 cabang olahraga dengan total 573 nomor. Selain cabang utama yang hilang, daftar cabang olahraga yang tidak masuk dalam program pertandingan kali ini meliputi:
- Voli pantai
- Nomor beregu putra dan putri bulu tangkis
- Gulat, catur, dan jujitsu
- Kickboxing, bola tangan, dan triathlon
Oktohari menegaskan bahwa Indonesia tetap menghormati kewenangan SEAGF dalam menetapkan program, namun mendesak agar ada ruang kompetisi yang proporsional. Ia menilai, hilangnya cabang olahraga dengan rekam jejak prestasi internasional tidak hanya memengaruhi peluang medali, tetapi juga mengancam kesinambungan pembinaan atlet dan kesempatan mereka untuk mengukur kemampuan di tingkat regional.
Modal Prestasi dan Fokus Persiapan Tim Indonesia
Menanggapi perubahan program ini, Oktohari mengingatkan bahwa keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua di SEA Games Thailand 2025 dengan meraih 91 medali emas menjadi modal penting. Ia menegaskan bahwa perubahan daftar cabang tidak boleh mengurangi semangat persiapan Tim Indonesia. "Fokus kita tetap sama, yaitu mempersiapkan atlet Tim Indonesia agar mampu memberikan prestasi terbaik dengan mengumandangkan Indonesia Raya sambil mengibarkan Merah Putih sesering mungkin," ujar Oktohari. KOI kini mendorong komunikasi berkelanjutan dengan SEAGF dan negara anggota lain untuk memastikan cabang olahraga Olimpiade tetap mendapat perhatian, sekaligus menjadikan situasi ini sebagai momentum evaluasi strategi menuju SEA Games 2027.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Danantara Dorong Kemitraan Strategis dengan BlackRock dan KKR di New Asia Forum Bali

DPRKP DKI Dorong Pengembang Rusun Fasilitasi Pembentukan PPPSRS untuk Jaga Tata Kelola Hunian

Prof Ujang Sumarwan: Kolaborasi Multisektor Wajib untuk Mengubah Pakaian Jadi Ramah Lingkungan
