Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Cetak Rekor Produksi 4.114 GWh, PGEO Percepat Laju Proyek Panas Bumi 105 MW Demi Target 1 GW

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Cetak Rekor Produksi 4.114 GWh, PGEO Percepat Laju Proyek Panas Bumi 105 MW Demi Target 1 GW
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Angka ini didorong oleh pendapatan yang melonjak 10,46% menjadi US$352,20 juta, sementara EBITDA juga tumbuh 15,58% menjadi US$287,77 juta.
  • Kinerja solid ini ditopang oleh posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar US$713,68 juta, serta efisiensi liabilitas yang turun 3,37% menjadi US$955,55 juta.
  • "Target 1 GW pada 2028 menjadi tonggak penting dalam strategi pertumbuhan PGE.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE membukukan kinerja gemilang dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,45% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi US$126,62 juta, setara dengan Rp2,3 triliun, pada kuartal III-2026. Angka ini didorong oleh pendapatan yang melonjak 10,46% menjadi US$352,20 juta, sementara EBITDA juga tumbuh 15,58% menjadi US$287,77 juta. Di tengah penguatan fundamental keuangan tersebut, perusahaan pelat merah ini berhasil mencetak sejarah dengan membukukan rekor produksi energi tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang Januari hingga September 2026, meningkat 9,86% YoY.

Kinerja solid ini ditopang oleh posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar US$713,68 juta, serta efisiensi liabilitas yang turun 3,37% menjadi US$955,55 juta. Ahmad Yani, Direktur Utama PGE, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi fondasi kuat untuk percepatan pengembangan proyek prioritas sekaligus penguatan kesiapan portofolio guna memastikan pertumbuhan kapasitas pembangkit secara berkelanjutan. "Target 1 GW pada 2028 menjadi tonggak penting dalam strategi pertumbuhan PGE. Kami optimistis dapat mencapainya melalui percepatan proyek-proyek prioritas, penguatan kesiapan investasi, serta optimalisasi aset yang sudah beroperasi," ujar Yani, yang melihat optimisme ini didukung oleh rekor produksi dan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid.

Fokus Akselerasi 12 Proyek Prioritas Berkapasitas Total 320 MW

Saat ini, PGE memiliki kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 727 megawatt (MW). Untuk mencapai target ambisius 1 GW pada 2028, perusahaan memprioritaskan 12 proyek pengembangan dengan total kapasitas 320 MW. Dari portofolio tersebut, PGE mengakselerasi lima proyek dengan total kapasitas 105 MW yang semula dijadwalkan beroperasi setelah tahun 2028. Langkah strategis ini merupakan bagian dari rencana peningkatan kapasitas yang akan berlanjut hingga mencapai 1,8 GW pada tahun 2033.

Strategi ekspansi ini mencakup dua pendekatan utama, yaitu optimalisasi aset brownfield dan pengembangan proyek greenfield. Rincian target kapasitas PGE adalah sebagai berikut:

  • Percepatan 5 proyek berkapasitas total 105 MW dari jadwal operasional awal.
  • Prioritas pengembangan 12 proyek dengan total kapasitas 320 MW untuk mengejar target 1 GW.
  • Target kapasitas 1,8 GW pada tahun 2033 melalui pengembangan organik dan anorganik.
  • Pemanfaatan total potensi portofolio hingga 3 GW untuk keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Penguatan Portofolio dengan Kontrak PPA dan SSC

Melampaui sekadar target jangka menengah, PGE terus memperkuat portofolio pengembangan panas bumi dengan total potensi hingga 3 GW. Penguatan ini didorong oleh kepemilikan sejumlah proyek yang telah memperoleh Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) atau Perjanjian Jual Beli Uap (Steam Sales Contract/SSC). Kepastian kontrak jual beli ini menjadi penyangga utama bagi strategi pertumbuhan bisnis PGE, memastikan visibilitas pendapatan di masa depan.

Adaptasi strategi bisnis yang mengombinasikan akselerasi proyek prioritas dengan diversifikasi portofolio PPA dan SSC ini mencerminkan komitmen PGE dalam menjaga ketahanan suplai energi domestik. Dengan fondasi keuangan yang kokoh dan momentum produksi yang mencapai rekor tertinggi, PGE kini berposisi strategis untuk memimpin transisi energi panas bumi di Indonesia, sejalan dengan upaya percepatan capex dan operasionalisasi aset guna memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus bertumbuh hingga dekade 2030-an.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ