Menteri Imipas Selidiki Dugaan Warga Binaan Sembunyi di Lapas Cibinong

Hukum
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Menteri Imipas Selidiki Dugaan Warga Binaan Sembunyi di Lapas Cibinong
BAGIKAN:

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto merespons temuan tim Ombudsman RI mengenai dugaan warga binaan yang bersembunyi saat inspeksi mendadak (sidak) dilakukan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor. Sidak tersebut mengungkap adanya penghuni kluster mewah yang langsung berlari masuk ke kamar dan mengunci ruangan begitu petugas tiba.

Agus menyatakan belum mengetahui identitas pasti sosok yang terlihat dalam video sidak tersebut. Ia membuka kemungkinan bahwa orang yang berada di hunian itu bisa saja merupakan petugas atau warga binaan yang sedang melakukan aktivitas bersih-bersih. "Belum tahu, belum tahu. Tapi tadi kan sudah beliau sampaikan, bahwa di sini ada petugas, ada juga orang yang bekerja membersihkan," kata Agus di lokasi, Jumat (25/9).

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aris Marsudiyanto, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut memberikan klarifikasi terkait fungsi bangunan. Aris menegaskan bahwa salah satu rumah mewah di area tersebut adalah rumah dinas kepala lapas. "Ini rumah kalapas ya di belakang di samping lapas, sehingga setiap saat bisa bekerja 24 jam," ujar Aris. Ia menambahkan bahwa bangunan lainnya merupakan tempat tinggal karyawan atau pegawai yang bertugas di lapas tersebut.

Sebelumnya, anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menceritakan kronologi kejadian saat mereka berhasil masuk ke salah satu rumah mewah pada Kamis (24/9). Tim sempat bertanya kepada penghuni kluster yang diduga warga binaan. Namun, sang penghuni terkejut dengan kedatangan petugas dan segera melarikan diri ke dalam kamar. "Jadi, (rumah) yang ada salibnya itu kita masuk, nah dia mau ngobrol sama kita. Kita tanya, bapak siapa? Dia warga binaan. Nah, mau kita kejar. Begitu dia kejar, ada petugasnya lebih ramai. Kita langsung ditarik. Nah, dia itu kaget. Lompat ke dalam (kamar), dikunci," jelas Fikri dalam konferensi pers di Jakarta.

Menindaklanjuti temuan ini, Menteri Agus berkomitmen untuk mendalami kasus secara menyeluruh. Fokus utama investigasi adalah memastikan apakah fasilitas yang disebut sebagai rumah pegawai tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya atau justru disalahgunakan untuk kepentingan lain. "Artinya orang-orang yang mungkin menggunakan ini, nanti akan pasti akan ketahuan, ya. Gitu ya," ungkap Agus. Ia menegaskan bahwa tugas pihaknya adalah melakukan investigasi mendalam terhadap potensi pelanggaran prosedur di lingkungan pemasyarakatan.

Analisis Redaksi

Dugaan penyembunyian warga binaan di balik kedok 'petugas' atau 'pegawai' menunjukkan celah pengawasan yang serius dalam manajemen internal lapas. Jika terbukti bahwa narapidana memiliki akses bebas ke zona administratif atau perumahan staf, maka konsep pemisahan antara tahanan dan sipir telah runtuh total. Hal ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan indikasi kuat adanya praktik suap atau nepotisme yang memungkinkan privilese ilegal bagi pihak tertentu.

Publik perlu waspada terhadap upaya normalisasi kesalahan melalui dalih teknis seperti 'sedang bersih-bersih'. Respons awal menteri yang masih terbuka terhadap berbagai kemungkinan wajar dalam tahap pengumpulan data, namun kecepatan dan ketegasan hasil investigasi BAPPISUS akan menjadi ujian kredibilitas reformasi birokrasi di Kementerian Imipas. Langkah selanjutnya harus berupa audit forensik atas daftar kehadiran pegawai dan rekaman CCTV di sekitar kluster mewah tersebut untuk memvalidasi atau membantah klaim resmi yang beredar.

Meow! Tanya Nesi!
😸