180 Pelaku Seni Pantura Tampil dalam Sendratari Wanara Alas Roban di Amfiteater Helipad Industropolis

Hiburan
Nadia PutriNadia Putri
Sumber: Antara News
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

180 Pelaku Seni Pantura Tampil dalam Sendratari Wanara Alas Roban di Amfiteater Helipad Industropolis
BAGIKAN:

Seratus delapan puluh pelaku seni dari kawasan pantai utara (Pantura) menghidupkan pertunjukan Sendratari Wanara Alas Roban di Amfiteater Helipad Industropolis, Kabupaten Batang. Pementasan kolosal ini menghadirkan kembali legenda kera penghuni hutan lebat yang membentang di jalur tengah Jawa tersebut melalui gerak tari dan narasi visual yang memikat.

Para penari memerankan sosok Wanara dengan tata rias dan kostum detail di atas panggung terbuka amfiteater. Skala produksi melibatkan jumlah seniman yang tidak sedikit. Angka 180 pelaku seni ini menunjukkan keseriusan penggarapan pementasan yang mengandalkan kekuatan kolektif komunitas budaya lokal.

Alas Roban sendiri merupakan hutan legendaris yang melintasi wilayah Kabupaten Batang. Dalam cerita rakyat masyarakat Jawa, hutan ini dikenal sebagai tempat bersemayamnya bangsa kera atau wanara yang memiliki hubungan erat dengan epik Ramayana. Mengangkat kisah ini ke panggung kontemporer menjadi langkah strategis untuk merawat ingatan kolektif warga sekitar.

Pelibatan seniman lintas daerah di sepanjang jalur Pantura memberikan warna tersendiri pada pertunjukan. Mereka bukan sekadar figuran tambahan. Ratusan penari ini membawa ragam gaya gerak khas daerah masing-masing yang kemudian dilebur ke dalam satu koreografi besar bertema wanara.

Pemilihan Amfiteater Helipad Industropolis sebagai lokasi pementasan juga patut dicatat. Ruang publik bernuansa industrial ini disulap menjadi arena pertunjukan seni tradisi. Langkah ini mendekatkan kesenian klasik kepada penonton modern tanpa harus kehilangan ruh aslinya.

Masyarakat luas mendapat tontonan bermutu tinggi yang digarap langsung oleh akar rumput budaya mereka sendiri. Pertunjukan berskala ratusan orang semacam ini memicu perputaran ekonomi kreatif di sektor pariwisata dan seni pertunjukan lokal secara nyata.

Analisis Redaksi

Pengerahan 180 pelaku seni Pantura untuk satu pementasan bukan perkara logistik biasa. Ini membuktikan bahwa ekosistem seni tradisi di pesisir utara Jawa masih menyimpan tenaga besar yang siap digerakkan kapan saja. Kolaborasi antarkomunitas lintas kabupaten dalam bingkai satu cerita rakyat memperlihatkan matangnya jejaring kerja para seniman lokal.

Penggunaan ruang industrial seperti Amfiteater Helipad Industropolis menandai pergeseran cara pandang terhadap kesenian tradisional. Seni pertunjukan tidak lagi terkungkung di pendopo atau gedung kesenian konvensional. Memasuki ruang-ruang baru membuat legenda Alas Roban relevan ditonton generasi yang terbiasa dengan estetika urban.

Tantangan terberat setelah pementasan ini selesai adalah keberlanjutan. Produksi kolosal membutuhkan pendanaan dan manajemen yang rumit. Pemerintah daerah beserta pemangku kepentingan terkait perlu memastikan bahwa momentum berkumpulnya ratusan seniman ini tidak berhenti sebagai seremoni tunggal, melainkan menjadi titik tolak pembinaan budaya jangka panjang di jalur Pantura.

Meow! Tanya Nesi!
😸