Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Email Betrand Peto Diduga Diretas Orang Terdekat, Ruben Onsu Laporkan ke Polda Metro Jaya

HiburanRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Email Betrand Peto Diduga Diretas Orang Terdekat, Ruben Onsu Laporkan ke Polda Metro Jaya
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ruben Onsu resmi melaporkan dugaan akses ilegal dan peretasan terhadap email sang anak, Betrand Peto , ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026.
  • Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga menemukan kejanggalan pada sistem verifikasi akun email Betrand.
  • Melalui penelusuran teknis, terungkap adanya dua alamat email lain yang terikat dengan sistem double verification yang seharusnya tidak diketahui oleh pihak ketiga tanpa otorisasi.

Ruben Onsu resmi melaporkan dugaan akses ilegal dan peretasan terhadap email sang anak, Betrand Peto, ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026. Pelaporan ini dilakukan terkait insiden yang terjadi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10 Oktober 2026, di mana data pribadi penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut diduga disalahgunakan oleh sosok orang terdekat. Kuasa hukum Onyo, Timothy Ezra Simanjuntak, menegaskan bahwa identitas terduga pelaku sudah diketahui pihak kepolisian dan keluarga, meskipun detil spesifiknya belum dipublikasikan luas untuk menjaga kerahasiaan proses hukum.

Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga menemukan kejanggalan pada sistem verifikasi akun email Betrand. Melalui penelusuran teknis, terungkap adanya dua alamat email lain yang terikat dengan sistem double verification yang seharusnya tidak diketahui oleh pihak ketiga tanpa otorisasi. Keterkaitan akun utama Betrand dengan dua email tersebut menjadi bukti kuat adanya akses tanpa hak yang berujung pada kebocoran data, termasuk video pribadi yang kemudian tersebar di media sosial tanpa izin.

Modus Operandi dan Dugaan Pelanggaran Hukum

Ezra menjelaskan bahwa dugaan peretasan ini melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan KUHP terkait akses tanpa hak terhadap sistem elektronik. Menurutnya, proses klarifikasi menunjukkan adanya notifikasi autentikasi berulang yang terlewat oleh pemilik akun, mengindikasikan bahwa penyerang sudah berhasil menyusup ke dalam sistem verifikasi sejak beberapa bulan sebelumnya. "Mesti dipahami bahwa ini diakses oleh orang terdekat yang tidak memiliki kewenangan terhadap email tersebut," ujar Ezra. Pihak kuasa hukum menilai kelalaian dalam pengecekan notifikasi kedua (two-step verification) menjadi celah yang dieksploitasi pelaku untuk mengambil alih kendali data.

  • Target Kasus: Alamat email [email protected].
  • Modus: Akses ilegal melalui ekใ‚นใƒloitasi sistem verifikasi dan kelalaian notifikasi autentikasi.
  • Temuan Teknis: Ditemukannya dua alamat email asing yang terhubung dengan akun utama Betrand.
  • Dampak Data: Video pribadi Onyo bersama teman-temannya tersebar di media sosial.

Dampak Imateriel dan Rencana Pemeriksaan Terduga Pelaku

Dampak dari insiden peretasan ini dirasakan secara langsung oleh Betrand dalam bentuk kerugian imateriel akibat privasinya yang terekspose secara publik. Ezra menyatakan bahwa pemilik email dalam laporan tersebut dijadwalkan akan diperiksa oleh penyidik dalam satu hingga dua pekan ke depan untuk mengkonfirmasi peran masing-masing pihak. "Baru dipahami kok pas bocor baru dicek-cek," ungkap Ezra, merujuk pada keterlambatan deteksi serangan siber oleh korban. Kasus ini menjadi pengingat krusial pentingnya keamanan digital, di mana pelanggaran privitas oleh lingkaran terdekat memiliki potensi risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan ancaman dari pihak eksternal yang tidak dikenal.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ