Andrea Bocelli Sukses Tutup Tur Romanza di Jakarta dengan Perpaduan Opera Klasik dan Kolaborasi Musisi Lokal
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

- Andrea Bocelli resmi menutup rangkaian konser dunia "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia dengan pertunjukan memukau di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Selasa (3/11).
- Kehadiran maestro tenor asal Italia ini menjadi sorotan utama, menggaet ribuan penonton yang antusias meskipun diwarnai aksi unjuk rasa terkait isu politik di luar venue.
- Pertunjukan ini berhasil terselenggara secara lancar berkat pengamanan ketat dari aparat keamanan serta dedikasi penuh Bocelli yang membiarkan musiknya berbicara di atas panggung.
Andrea Bocelli resmi menutup rangkaian konser dunia "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia dengan pertunjukan memukau di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Selasa (3/11). Kehadiran maestro tenor asal Italia ini menjadi sorotan utama, menggaet ribuan penonton yang antusias meskipun diwarnai aksi unjuk rasa terkait isu politik di luar venue. Pertunjukan ini berhasil terselenggara secara lancar berkat pengamanan ketat dari aparat keamanan serta dedikasi penuh Bocelli yang membiarkan musiknya berbicara di atas panggung.
Konser yang berlangsung selama dua jam ini menampilkan perpaduan apik antara opera klasik dan nostalgia. Bocelli, yang tampil tanpa melontarkan sepatah kata pun, mengandalkan vokal tenor khasnya yang diiringi oleh Jakarta Concert Orchestra di bawah arahan komposer Avip Priatna. Ia membawakan deretan komposisi klasik hingga lagu-lagu legendaris dari album "Romanza" (1997), seperti Time to Say Goodbye dan Con Te Partirรฒ, menciptakan atmosfer yang megah dan emosional bagi penonton.
Kolaborasi Lintas Genre dan Pesan Kemanusiaan
Kekayaan seni lokal dan internasional menjadi ciri khas pertunjukan ini. Pembukaan diisi oleh pemain biola Iskandar Widjaja yang diiringi tarian tradisional Sluku-Sluku Bathok dari Pagelaran Sabang Merauke. Bocelli juga berbagi panggung dengan musisi dunia, termasuk duet dengan sopran Mariam Battistelli dan pemain biola Rusanda Panfili. Kehadiran musisi Indonesia Lea Simanjuntak yang berduet membawakan The Prayer, serta performa Amy Manford dengan My Heart Will Go On bersama Batavia Madrigal Singers, semakin memperkaya nuansa nostalgia konser. Di sela-sela musik, konser ini juga menyelipkan pesan sosial berupa tayangan dokumentasi isu kemanusiaan dan anak-anak di layar panggung.
Secara geografis dan tur, Indonesia merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang disinggahi dalam peringatan 30 tahun album Romanza tersebut. Konser di Jakarta ini menjadi penutup rangkaian tur yang dipromotori oleh Shoemaker Live, setelah sebelumnya Bocelli menggelar pertunjukan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober. Keberhasilan acara ini menunjukkan daya tarik pasar seni pertunjukan kelas dunia di Indonesia.
BERITA TERKAIT (Hiburan)

Email Betrand Peto Diduga Diretas Orang Terdekat, Ruben Onsu Laporkan ke Polda Metro Jaya

Godzilla Minus Zero Pecah Rekor Waralaba: Kekerasan Tingkat Dewasa dan Duel Maut dengan King Ghidorah

Gelar R&B Perdana: Afgan Raih AMI Awards 2026 Lewat Album Retrospektif
