Ribuan Warga Paris Turun Jalan Protes Kenaikan Harga, Aksi Berlangsung Tenang
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Ribuan warga Paris , Prancis, menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu untuk memprotes kenaikan harga yang melanda masyarakat.
- Dimulai dari Place de la Rรฉpublique , massa bergerak menyusuri Boulevard Voltaire menuju Place de la Nation di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian.
- Meskipun tensi politik meningkat akibat gelombang protes nasional, suasana di ibu kota dilaporkan tetap tenang dan terkendali.
Ribuan warga Paris, Prancis, menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu untuk memprotes kenaikan harga yang melanda masyarakat. Dimulai dari Place de la Rรฉpublique, massa bergerak menyusuri Boulevard Voltaire menuju Place de la Nation di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian. Meskipun tensi politik meningkat akibat gelombang protes nasional, suasana di ibu kota dilaporkan tetap tenang dan terkendali.
Peserta demonstrasi membawa bendera serta poster bertuliskan "Revolusi", mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kebijakan ekonomi saat ini. Dukungan juga mengalir dari penduduk setempat; sejumlah warga yang tinggal di sepanjang boulevard menunjukkan solidaritas dengan memukul-mukul sendok ke panci dari jendela dan balkon rumah mereka, sebuah tradisi simbolik perlawanan sipil di Prancis.
Eskalasi Protes Sejak Pertengahan September
Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes yang dimulai pada pertengahan September lalu, ketika para pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris menuntut perbaikan kondisi pendidikan. Gerakan tersebut kemudian melebar menjadi demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah negara, didorong oleh isu biaya hidup yang terus meroket. Sebelumnya, pada Kamis (5/11), terjadi aksi protes terbesar dengan estimasi kehadiran mencapai ratusan ribu orang di seluruh negeri.
Selisih Data Jumlah Demonstran
Otoritas Prancis melalui surat kabar Le Figaro memperkirakan antara 130.000 hingga 170.000 orang mengikuti aksi di seluruh negeri pada Sabtu, termasuk sekitar 60.000 di Paris. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam pendataan jumlah massa. Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat 575.000 peserta secara nasional pada aksi sebelumnya, sementara konfederasi serikat pekerja CGT mengklaim angka jauh lebih tinggi, yakni 1,6 juta orang di seluruh Prancis, termasuk 350.000 di ibu kota. Perbedaan data ini sering kali memicu perdebatan mengenai skala sesungguhnya dari ketidakpuasan publik.
BERITA TERKAIT (Berita Internasional)

Kemenangan Telak AS Roma: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Tumbang 0-3 di Stadion Olimpico

Tekanan Finansial Bersejarah UNRWA: Guterres Dorong Pendanaan Penuh, Defisit US$80 Jadi Ancaman Nyata
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Ambon, Tidak Berpotensi Tsunami
