Ekspor Tuna Indonesia Tembus $1 Miliar, Tuna Consortium Dorong Konsumsi Domestik Berkelanjutan
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan asal-usul ikan, keamanan pangan, serta praktik penangkapan yang berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut sekaligus kesejahteraan nelayan lokal.
- Di balik ajakan konsumsi domestik ini, terdapat konteks ekonomi yang sangat signifikan mengingat nilai ekspor tuna Indonesia telah melampaui 1 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025.
- Forum tersebut secara khusus menekankan pentingnya edukasi gizi dan keamanan pangan sebagai fondasi utama sebelum masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang benar-benar berkualitas.
Tuna Consortium Jakarta secara resmi mengajak masyarakat Indonesia untuk menggeser pola konsumsi protein hewani ke arah yang lebih bertanggung jawab dengan menjadikan ikan tuna sebagai pilihan utama dalam menu mingguan. Inisiatif ini diluncurkan melalui forum "Bincang Tuna" Episode 3 bertajuk "Know Your Tuna, Value Every Catch", yang digelar di Indonesia Tuna Pavilion dalam rangkaian SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (6/11/2026). Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan asal-usul ikan, keamanan pangan, serta praktik penangkapan yang berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut sekaligus kesejahteraan nelayan lokal.
Di balik ajakan konsumsi domestik ini, terdapat konteks ekonomi yang sangat signifikan mengingat nilai ekspor tuna Indonesia telah melampaui 1 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025. Penguatan konsumsi dalam negeri kini dipandang bukan sekadar isu kesehatan, melainkan peluang strategis untuk memperluas pasar, mendorong inovasi produk olahan, dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi industri perikanan serta komunitas nelayan. Forum tersebut secara khusus menekankan pentingnya edukasi gizi dan keamanan pangan sebagai fondasi utama sebelum masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang benar-benar berkualitas.
Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan sebagai Pilar Perubahan
Thilma Komaling, Program Leader Tuna Consortium yang akrab disapa The Tuna Lady, menegaskan bahwa transisi menuju sistem pangan berkelanjutan dapat dimulai dari keputusan sederhana konsumen sehari-hari. "Setiap pilihan makanan memiliki cerita dan dampak di baliknya. Ketika masyarakat mulai mengenali tuna yang mereka konsumsi, memahami bagaimana ikan tersebut ditangkap, serta menghargai nelayan yang bekerja di baliknya, kita sedang membangun hubungan yang lebih bertanggung jawab antara konsumen dan sumber daya laut," ujar Thilma dalam keterangannya di Jakarta. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa keterkaitan antara kualitas produk, kehidupan nelayan, dan kelestarian sumber daya laut adalah sebuah ekosistem yang saling bergantung dan memerlukan kesadaran kolektif.
Strategi Memperluas Pasar dan Inovasi Industri
Forum ini turut menghadirkan perwakilan asosiasi industri, organisasi pendamping nelayan, serta pelaku usaha inovasi pangan untuk membangun kesadaran holistik. Strategi yang diusung meliputi:
- Penguatan edukasi gizi dan keamanan pangan untuk masyarakat luas.
- Transparensi asal-usul dan cara penangkapan ikan.
- Pendorongan inovasi produk olahan berbasis tuna.
- Meningkatnya nilai tambah ekonomi bagi komunitas nelayan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat

Madiun Kerek Produksi Padi 9,79 Persen dengan Peran Strategis KTNA dalam Perkuat Ketahanan Pangan
