Trump Klaim AS Rugi Rp54.000 Triliun Pasca Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Presiden Donald Trump secara mengejutkan mengklaim bahwa Amerika Serikat mengalami kerugian pasar modal senilai US$3 triliun (sekitar Rp54.000 triliun) akibat kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela yang digelar pada 3 November lalu. Pernyataan kontroversial ini disampaikan Trump saat menghadiri acara transportasi dan kedirgantaraan, di mana ia menyindir bahwa anjloknya nilai saham merupakan bukti ketidaksetujuan pasar terhadap dominasi Demokrat di Kongres.
Kronologi Anjloknya Pasar Saham dan Dominasi Demokrat
Menurut data hitung cepat dari New York Times, Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas mutlak di kedua kamar legislatif. Di Senat, Demokrat mengamankan 54 kursi berbanding 44 untuk Republik, sementara di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), selisih suara semakin lebar dengan Demokrat menguasai 254 kursi dibandingkan 162 kursi milik Republik. Trump menyatakan, "Anda tahu, negara kita kehilangan US$3 triliun, semua karena pemilu." Ia menambahkan secara sarkastis bahwa jika pasar justru naik US$3 triliun, ia akan merasa lebih kesal karena itu berarti investor menganggap kinerja oposisi baik.
- Senat: Demokrat 54 kursi vs Republik 44 kursi
- DPR: Demokrat 254 kursi vs Republik 162 kursi
Bantahan Kandidat Lokal dan Pujian untuk Basis Florida
Pidato publik perdana Trump pasca-kekalahan ini juga diisi dengan upaya pembelaan diri terkait hasil buruk partainya. Trump menyalahkan para kandidat lokal atas kegagalan mereka menarik pemilih, dengan tegas menyatakan, "Jika saya ada dalam daftar, kami pasti akan menang." Namun, situasi berbeda terjadi di beberapa 'negara bagian merah' tradisional seperti Texas, Kansas, Iowa, Ohio, hingga South Carolina yang ternyata disapu oleh Demokrat. Sebaliknya, Trump memberikan apresiasi khusus kepada kader Republik di Florida, termasuk Gubernur terpilih Byron Donalds dan Senator Ashley Moody, yang berhasil mempertahankan posisi di wilayah basis kuat tersebut.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Tekanan Finansial Bersejarah UNRWA: Guterres Dorong Pendanaan Penuh, Defisit US$80 Jadi Ancaman Nyata

Gagasan Revolusioner Menlu Qatar: Membentuk Blok 'Negara-Negara Berkembang Pesat' untuk Mampu Tawar Global

Aktivis Terobos Lokasi Data Center Microsoft di Amsterdam, Protes Dampak AI Lingkungan
