Sabtu, 7 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lima Strategi Non-Verbal Mengungkapkan Rasa Syukur untuk Kesehatan Mental

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Lima Strategi Non-Verbal Mengungkapkan Rasa Syukur untuk Kesehatan Mental
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Mengungkapkan rasa terima kasih tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata verbal.
  • Rasa syukur yang dipraktikkan secara rutin terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan dan depresi, sekaligus membuat pikiran seseorang menjadi lebih positif serta memperkuat hubungan sosial.
  • Latar belakang pentingnya praktik ini adalah dampaknya yang melampaui sekadar interaksi sosial; ia menjadi mekanisme pertahanan psikologis yang vital.

Mengungkapkan rasa terima kasih tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata verbal. Artikel terbaru yang disusun berdasarkan masukan pakar kesehatan mental dari Harvard Health dan data dari Psych Central membeberkan lima cara efektif untuk mengekspresikan penghargaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan emosional. Rasa syukur yang dipraktikkan secara rutin terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan dan depresi, sekaligus membuat pikiran seseorang menjadi lebih positif serta memperkuat hubungan sosial.

Latar belakang pentingnya praktik ini adalah dampaknya yang melampaui sekadar interaksi sosial; ia menjadi mekanisme pertahanan psikologis yang vital. Ketika seseorang secara rutin mensyukuri apa yang dimilikinya dalam hidup, ia tidak hanya meningkatkan mood diri sendiri, tetapi juga memberikan validasi emosional yang signifikan bagi orang lain yang merasa dihargai. Berikut adalah rincian metode non-verbal yang direkomendasikan:

Mekanisme Tulis dan Penghargaan Personal

Metode pertama dan kedua berfokus pada ekspresi personal yang mendalam. Menulis surat ucapan terima kasih memberikan manfaat ganda bagi penulis dan penerimanya. Melansir dari Psych Central, pendekatan naratif dalam tulisan dapat berfungsi sebagai terapi bagi individu dengan gangguan stres pasca trauma (PTSD). Selain itu, menuangkan pikiran ke dalam tulisan membantu memperkuat ikatan emosional terhadap diri sendiri dan memperdalam perasaan positif terhadap penerima surat. Cara lainnya adalah memberikan hadiah buatan tangan, seperti kue, scrapbook, gelang, atau puisi. Proses pembuatannya yang memerlukan waktu dan tenaga menjadikan hadiah tersebut lebih personal. Hal yang paling esensial dalam metode ini bukanlah kemahalian harga, melainkan ketulusan dan usaha yang tertuang dalam karya sederhana tersebut.

Kebiasaan Harian dan Dampak Psikologis

Metode ketiga menyarankan penerapan kebiasaan harian berdasarkan anjuran Harvard Health, yaitu mencatat hal-hal baik yang disyukuri setiap hari. Penulisan jurnal (journaling) ini membantu memproses kejadian dalam hidup dan meningkatkan kesadaran akan hal-hal positif yang dimiliki, sehingga individu menjadi lebih tangguh menghadapi situasi sulit dan terbebas dari stres. Dua cara terakhir adalah menawarkan bantuan konkret dan memberikan pujian. Menawarkan bantuan, seperti membantu pekerjaan rumah atau memasak, merupakan respons positif terhadap kebaikan yang pernah diterima di masa lalu. Terakhir, memberikan pujian kepada orang lain menumbuhkan rasa syukur pada diri sendiri. Kebiasaan memuji sikap, penampilan, atau keterampilan orang lain meningkatkan kepekaan kita terhadap hal-hal positif di lingkungan sekitar, sehingga kita lebih sadar akan banyak hal yang dapat disyukuri dalam kehidupan sehari-hari.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ