Sabtu, 7 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Dampak Menahan Emosi: Dari Stres Kronis hingga Penyakit Jantung, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dampak Menahan Emosi: Dari Stres Kronis hingga Penyakit Jantung, Apa yang Terjadi pada Tubuh?
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Jakarta (ANTARA) — Tersembunyi di balik kebiasaan sehari-hari, menahan emosi ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius.
  • Menurut penjelasan Verywell Mind , memendam perasaan dianggap lebih aman dibanding mengungkapkannya karena dikhawatirkan membuat seseorang terlihat lemah.
  • Emosi yang tertahan juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua.

Jakarta (ANTARA) — Tersembunyi di balik kebiasaan sehari-hari, menahan emosi ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius. Menurut penjelasan Verywell Mind, memendam perasaan dianggap lebih aman dibanding mengungkapkannya karena dikhawatirkan membuat seseorang terlihat lemah. Namun, penghindaran emosi ini tidak serta-merta menghilangkan perasaan tersebut; justru emosi yang diabaikan terus berputar di pikiran dan dapat menimbulkan konsekuensi mendalam bagi kesehatan mental maupun fisik.

Emosi yang tertahan juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Anak yang dibesarkan dengan orang tua yang mengabaikan emosi atau memiliki respons emosional ekstrem cenderung kesulitan mengekspresikan perasaannya saat dewasa. Kebiasaan mengabaikan perasaan pun dapat menurunkan rasa percaya diri dan mendorong seseorang menganggap dirinya tidak berharga bagi orang lain.

Mekanisme Stres Kronis Akibat Menahan Emosi

Psychology Today merujuk sebuah penelitian yang meminta peserta menonton film bernuansa emosional. Hasilnya, peserta yang menahan emosi menunjukkan peningkatan aktivitas saraf simpatik, menandakan tingkat stres lebih tinggi. Jika dibiarkan berkepanjangan, stres kronis ini dapat memicu rangkaian masalah fisik berikut:

  • Nyeri otot dan melemahnya daya tahan tubuh
  • Penurunan imun serta gangguan pencernaan
  • Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung
  • Melemahnya ingatan dan naiknya risiko diabetes

Langkah Membangun Komunikasi Emosional yang Sehat

Menahan emosi juga berdampak pada hubungan sosial; seseorang yang menghindari komunikasi akan kesulitan membangun relasi yang kuat. Berinteraksi dengan orang lain dapat menenangkan sistem saraf dan membuka sudut pandang yang lebih luas. Sebagai langkah awal, seseorang dapat menyebutkan emosi yang dirasakan, menuangkannya melalui ucapan atau tulisan, lalu berlatih mengungkapkannya kepada orang terdekat yang dipercaya. Konsultasi bersama psikolog tetap menjadi opsi penting untuk membantu mengontrol emosi secara profesional, mirip dengan pendekatan yang dipaparkan dalam artikel respons fisiologis pada patah hati.

Meow! Tanya Nesi!
😸