Kemenpar Sasar Wisatawan Domestik Berdaya Beli Tinggi Lewat 'Nusantara Luxury Exchange'

- Langkah ini menandai pergeseran fokus dari sekadar mengejar volume kunjungan menuju peningkatan nilai belanja rata-rata per perjalanan.
- Angka tersebut menunjukkan rata-rata pengeluaran sebesar 1.875 dolar AS (sekitar Rp 33,95 juta) per perjalanan, dengan lebih dari 50 persen tujuannya adalah berlibur.
- Dengan menangkap peluang dari kebocoran devisa ini, Kemenpar berharap sesi Exclusive B2B Table Top dapat menghasilkan transaksi konkret berupa pemesanan langsung dan kemitraan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara agresif mengoptimalkan potensi pasar wisatawan domestik berdaya beli tinggi (affluent travelers) melalui inisiatif strategis bernama Nusantara Luxury Exchange: Premium Business Matching. Langkah ini menandai pergeseran fokus dari sekadar mengejar volume kunjungan menuju peningkatan nilai belanja rata-rata per perjalanan. Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa target utamanya adalah mengalihkan sebagian besar belanja liburan ke luar negeri menjadi konsumsi pariwisata dalam negeri yang berkualitas premium.
Redefinisi Kemewahan dan Strategi B2B di Surabaya
Forum bisnis yang digelar pada Rabu (28/10) di Hotel Majapahit, Surabaya, ini mempertemukan 12 penyedia layanan pariwisata eksklusif Indonesia dengan agen perjalanan mewah, perbankan prioritas, serta perencana korporat. Para peserta memperkenalkan produk unggulan yang berfokus pada tiga pilar utama:
- Sektor bahari dengan pengalaman pelayaran privat seperti operator kapal pinisi;
- Layanan kebugaran holistik di resort mewah;
- Pengalaman gastronomi premium yang menonjolkan keaslian budaya lokal.
Made menjelaskan bahwa segmen luxury tourism kini telah mengalami redefinisi; kemewahan tidak lagi hanya soal fasilitas megah, melainkan tentang privasi, personalisasi, dan keterikatan emosional dengan ekonomi lokal. Pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah didorong oleh pertumbuhan ekonominya yang mencapai 5,87 persen pada 2025, melampaui rata-rata nasional, serta posisinya yang strategis berkat Bandara Internasional Juanda sebagai gerbang aksesibilitas destinasi Nusantara.
Dampak Ekonomi terhadap Kebocoran Belanja Outbound
Inisiatif ini dirancang untuk merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang mencatat adanya 9,16 juta perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri. Angka tersebut menunjukkan rata-rata pengeluaran sebesar 1.875 dolar AS (sekitar Rp 33,95 juta) per perjalanan, dengan lebih dari 50 persen tujuannya adalah berlibur. Dengan menangkap peluang dari kebocoran devisa ini, Kemenpar berharap sesi Exclusive B2B Table Top dapat menghasilkan transaksi konkret berupa pemesanan langsung dan kemitraan berkelanjutan.
Made menyatakan optimisme bahwa forum ini akan memperkuat kampanye nasional #DiIndonesiaAja sekaligus mengubah persepsi publik. "Kami ingin membuktikan bahwa pengalaman wisata kelas dunia berskala internasional sepenuhnya dapat dinikmati di dalam negeri," ujarnya. Upaya ini diproyeksikan memberikan dampak ganda: meningkatkan kontribusi ekonomi lokal bagi pelaku industri kreatif dan jasa pariwisata, serta mengurangi defisit neraca jasa akibat tingginya belanja turis Indonesia di luar negeri.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Sejarah Robot Merah: Bigetron by Vitality Amankan Tiket M8 setelah Taklukkan Team Liquid ID

Mario Aji Mulai Balapan Moto2 Qatar dari Posisi ke-21, Terhambat di Kualifikasi Q1

Hasto Kristiyanto Ziarah ke Makam Bung Karno: Kekuasaan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ketamakan Pribadi
