Cinta Laura Sarankan Anak Muda Bangun Skill Kepemimpinan Sebelum Jadi Founder Startup
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Aktris dan penyanyi Cinta Laura Kiehl membagikan pandangan strategis bagi generasi muda yang bercita-cita mendirikan perusahaan rintisan atau startup .
- Dalam temu media di Jakarta, Sabtu, ia menekankan pentingnya membangun keterampilan kepemimpinan yang solid sebelum mengambil peran sebagai pendiri bisnis.
- Pesan ini ditujukan untuk memastikan para calon pengusaha memiliki fondasi kuat saat diberi kesempatan memimpin sebuah entitas usaha.
Aktris dan penyanyi Cinta Laura Kiehl membagikan pandangan strategis bagi generasi muda yang bercita-cita mendirikan perusahaan rintisan atau startup. Dalam temu media di Jakarta, Sabtu, ia menekankan pentingnya membangun keterampilan kepemimpinan yang solid sebelum mengambil peran sebagai pendiri bisnis. Pesan ini ditujukan untuk memastikan para calon pengusaha memiliki fondasi kuat saat diberi kesempatan memimpin sebuah entitas usaha.
Pahami Peran Visioner vs Operator
Cinta, yang juga merupakan pendiri Cinta Laura Foundation, menjelaskan bahwa anak muda perlu mengidentifikasi keunggulan diri mereka terlebih dahulu. Apakah mereka sosok visioner yang ahli merumuskan gagasan, atau operator yang unggul dalam menjalankan operasional bisnis? Ia menegaskan bahwa kedua peran tersebut sama-sama krusial karena tidak setiap individu mampu menggabungkan fungsi perumus visi sekaligus eksekutor secara bersamaan. Membangun kesadaran akan kekuatan spesifik ini dianggap langkah awal yang vital dalam dunia kewirausahaan modern.
Pentingnya Pengalaman Kerja dan Keterlibatan Investor
Selain memahami peran, Cinta menyarankan agar pemuda menimba pengalaman kerja profesional sebelum menjadi pemimpin bisnis. Hal ini bertujuan untuk mempelajari dinamika komunikasi, kolaborasi, serta etika dalam lingkungan korporat. Dengan latar belakang bekerja sejak usia 12 tahun dan hampir dua dekade di industri kreatif, Cinta membuktikan bahwa belajar dari manajer dan rumah produksi sebelumnya adalah aset berharga. Ia juga mengingatkan investor pemula untuk tidak sekadar menanamkan modal tanpa terlibat aktif. Kontribusi ideal mencakup diskusi, pemberian masukan, dan arahan strategis guna memperkuat aspek bisnis yang masih lemah.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Sejarah Robot Merah: Bigetron by Vitality Amankan Tiket M8 setelah Taklukkan Team Liquid ID

Mario Aji Mulai Balapan Moto2 Qatar dari Posisi ke-21, Terhambat di Kualifikasi Q1

Hasto Kristiyanto Ziarah ke Makam Bung Karno: Kekuasaan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ketamakan Pribadi
