Wagub Jateng Minta Sinergi Baznas dan LazisMu: Zakat Harus Produktif untuk Cetak Dampak Jangka Panjang
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menilai bahwa pengelolaan dana zakat tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan sesaat.
- Transformasi Program Zakat: Dari Distribusi Air hingga Ketahanan Pangan Kolaborasi ini telah melahirkan inisiatif nyata yang menjawab persoalan mendasar masyarakat.
- Di sisi lain, Pemprov Jateng juga mengembangkan Program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) bersama Baznas untuk memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur resapan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan LazisMu guna menggeser paradigma pengelolaan zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi instrumen produktif yang berdampak nyata pada pengentasan kemiskinan. Pernyataan ini diutarakan dalam acara Muhammadiyah Zakat Summit 2026 di Semarang, menyoroti kebutuhan akan sinergi antarlembaga pengelola zakat agar dana umat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menilai bahwa pengelolaan dana zakat tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan sesaat. Ia berpesan kepada para pimpinan dan pengurus LazisMu untuk memperhatikan detail kebermanfaatan program, memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara produktif, tepat sasaran, dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi penerima manfaat di berbagai lini kehidupan.
Transformasi Program Zakat: Dari Distribusi Air hingga Ketahanan Pangan
Kolaborasi ini telah melahirkan inisiatif nyata yang menjawab persoalan mendasar masyarakat. Salah satu contohnya adalah program Muhammadiyah Water Care di Kabupaten Sragen yang membantu mengatasi kekeringan melalui penyediaan air siap minum, sebuah model yang diapresiasi sebagai contoh sukses kerja sama lembaga zakat dengan pemerintah. Di sisi lain, Pemprov Jateng juga mengembangkan Program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) bersama Baznas untuk memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur resapan.
Dampak program tersebut terlihat jelas di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, yang sebelumnya rutin mengalami kekurangan air hingga membutuhkan distribusi saat musim kemarau, kini mampu bertahan tanpa bantuan distribusi eksternal. Keberhasilan ini menjadi fondasi bagi pengembangan kolaborasi lanjutan antara LazisMu, Baznas, dan pemerintah daerah untuk mengatasi berbagai persoalan sosial lainnya secara sistematis.
Dana Zakat Nasional Tembus Rp827 Miliar dengan Cakupan 132 Ribu Penerima
Sebagai bentuk kesiapan dalam kolaborasi ini, Ahmad Mujadid Rais, Ketua Badan Pengurus LazisMu Pusat, melaporkan bahwa penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara nasional saat ini mencapai Rp827,69 miliar. Dari total tersebut, dana yang telah disalurkan mencapai Rp635,02 miliar dengan Allocation Collect Ratio (ACR) nasional sebesar 76,62 persen, menjangkau total 132.225 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Untuk mengoptimalkan strategi penghimpunan dan penyaluran, LazisMu telah menyelaraskan dana dengan sembilan program strategis nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial masyarakat. Program-program tersebut meliputi:
- Back to Masjid
- Kampung Berkemajuan
- Save Our School
- Layanan Akses Kesehatan Pusat
- Ketahanan Pangan
- Muhammadiyah Water Care
- Pengelolaan Sampah dan Limbah
- Kemanusiaan dan Advokasi
- Indonesia Siaga
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Dubes Azerbaijan Apresiasi Dukungan Jangka Panjang Indonesia atas Kedaulatan di Perang Patriotik

APP Perkuat Ekspansi Produk Kertas Hijau di CIIE ke-9, Luncurkan Foopak Baking Paper

Kebakaran Restoran Solaria di Blok M Square: Dugaan Kebocoran Gas Luka-lukai 4 Karyawan
