Sumedang Raih Penghargaan CNN Indonesia 2026: Transformasi Digital Permudah Urus Berkas Warga
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila menegaskan komitmen pemerintah daerahnya dalam memfasilitasi kemudahan administrasi bagi warga melalui percepatan transformasi digital.
- Fajar menyampaikan apresiasi langsung kepada CNN Indonesia saat menerima penghargaan tersebut pada Jumat (6/11), yang menandai tonggak penting bagi modernisasi pelayanan publik di Jawa Barat.
- Fajar menjelaskan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar tren, melainkan upaya serius untuk 'meng-upgrade' kualitas masyarakat melalui aksesibilitas layanan.
Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila menegaskan komitmen pemerintah daerahnya dalam memfasilitasi kemudahan administrasi bagi warga melalui percepatan transformasi digital. Dikemas dalam penghargaan Excellence in Public Service Innovation yang diraih pada CNN Indonesia Awards 2026, inisiatif digitalisasi ini dipuji Fajar sebagai solusi konkret untuk mengurangi birokrasi yang rumit. Fajar menyampaikan apresiasi langsung kepada CNN Indonesia saat menerima penghargaan tersebut pada Jumat (6/11), yang menandai tonggak penting bagi modernisasi pelayanan publik di Jawa Barat.
Fajar menjelaskan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar tren, melainkan upaya serius untuk 'meng-upgrade' kualitas masyarakat melalui aksesibilitas layanan. Melalui pengembangan aplikasi terintegrasi, warga Sumedang kini tidak lagi terbebani proses antre dan pengurusan berkas manual. Strategi ini dirancang agar interaksi warga dengan pemerintah daerah menjadi lebih cepat, teredukasi, dan terinformasi secara real-time.
Digitalisasi Layanan: Dari Akta Kelahiran hingga KIA Otomatis
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Jampe Harupat (Jaminan Pelayanan Anak Baru Lahir Empat Dokumen). Inovasi ini secara otomatis mengintegasikan empat dokumen kependudukan kritis untuk bayi baru lahir: Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) terbaru, Kartu Identitas Anak (Kia), dan Nomor Induk Kpendudukan (NIK). Proses ini sangat efisien; data orang tua sudah di input saat masa kehamilan, sehingga begitu bayi lahir, sistem langsung merekap data tanpa perlu pengurusan manual yang panjang.
"Jadi itu kemudahan publik kami, yang mana nanti ketika orang tuanya sedang hamil, datanya sudah di input, terus kemudian mereka langsung merekap, langsung dari data keluarganya... NIK-nya, itu langsung anaknya lahir, langsung kita kasih, beserta ucapan dari bupati dan wakil bupati," ujar Fajar. Fitur personalisasi ini tidak hanya mempercepat legalitas dokumen, tetapi juga menyentuh aspek humanis dengan menyertakan ucapan resmi dari pimpinan daerah, menunjukkan sentuhan personal dalam pelayanan publik yang terdigitalisasi.
Dampak Jangka Panjang: Efisiensi Birokrasi dan Literasi Digital Warga
Dengan infrastruktur digital yang solid ini, Pemkab Sumedang menargetkan peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat. Fajar menekankan bahwa kemudahan mengurus hal-hal bersifat birokrasi adalah bentuk modernisasi tata kelola pemerintahan daerah. Dampaknya, warga dapat menghemat waktu dan biaya transportasi untuk berurusan dengan kantor pemerintahan, karena sebagian besar proses verifikasi dan pencetakan dokumen kini bisa diakses secara daring. Penghargaan internasional ini menjadi validasi bahwa inovasi pelayanan publik di daerah otonom seperti Sumedang mampu bersaing di tingkat nasional melalui pendekatan teknologi dan efisiensi birokrasi.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Kemenbud Jadwalkan Penganugerahan Maestro Seni pada Desember 2026

Mendagri Tito Karnavian Perintahkan Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Akurasi Bansos

Dewan Pers Dorong Skema Hibrid LMK-B2B untuk Jamin Hak Ekonomi Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
