Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Sudinsos Jakbar Distribusikan 843 Alat Bantu Fisik untuk Warga Difabel Jelang Target 970 Unit

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Sudinsos Jakbar Distribusikan 843 Alat Bantu Fisik untuk Warga Difabel Jelang Target 970 Unit
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat menegaskan komitmennya dalam peningkatan kesejahteraan disabilitas dengan menyalurkan 843 unit Alat Bantu Fisik (ABF) hingga 5 November 2026.
  • Fajar Laksono , Kepala Sudinsos Jakarta Barat, merinci bahwa distribusi ini mencakup berbagai perangkat penunjang mobilitas dan sensori yang krusial bagi kebutuhan harian warga difabel di wilayah tersebut.
  • Distribusi ini merupakan bagian dari target ambisius tahunan yang mengungguli capaian tahun sebelumnya.

Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat menegaskan komitmennya dalam peningkatan kesejahteraan disabilitas dengan menyalurkan 843 unit Alat Bantu Fisik (ABF) hingga 5 November 2026. Fajar Laksono, Kepala Sudinsos Jakarta Barat, merinci bahwa distribusi ini mencakup berbagai perangkat penunjang mobilitas dan sensori yang krusial bagi kebutuhan harian warga difabel di wilayah tersebut.

Distribusi ini merupakan bagian dari target ambisius tahunan yang mengungguli capaian tahun sebelumnya. Untuk tahun 2025, realisasi penyaluran tercatat pada 809 unit, sedangkan tahun 2026, Sudinsos Jakbar menargetkan distribusi total sebanyak 970 unit ABF guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan di lapangan.

Rincian Distribusi dan Target Pengadaan 2026

Berdasarkan data resmi yang dirilis, 843 unit yang telah disalurkan hingga saat ini terdiri dari komposisi yang beragam. Rincian spesifiknya meliputi 553 unit kursi roda dewasa, 24 unit kursi roda anak, 140 unit alat bantu dengar, 20 unit kaki palsu, 50 unit tongkat kaki tiga, 49 unit tongkat walker, dan tujuh unit tongkat netra. Sementara itu, untuk menyempurnakan target 970 unit di tahun 2026, pengadaan tambahan dirancang dengan struktur: 600 unit kursi roda dewasa, 25 unit kursi roda anak, 50 unit tongkat kaki tiga, 50 unit tongkat walker, 25 unit tongkat netra, 200 unit alat bantu dengar, dan 20 unit kaki palsu.

Mekanisme Pengajuan dan Asesmen Lapangan

Proses distribusi ABF diawasi ketat melalui mekanisme pengajuan yang terstruktur, dimulai dari RT/RW setempat, diteruskan ke kelurahan untuk penerbitan Surat Pengantar Masyarakat (Surat PM 1), dan akhirnya diproses oleh Pendamping Sosial (Pendamsos) serta Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sudinsos. Fajar Laksono menekankan pentingnya aspek asesmen sebelum distribusi dilakukan. "Petugas kami melakukan kunjungan ke pemohon untuk melakukan asesmen, menilai kebutuhan, dan tingkat urgensi secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun fisik," kata Fajar. Pendekatan ini menjamin bahwa setiap unit ABF yang didistribusikan benar-benar tepat sasaran, efektif, dan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima secara langsung.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ