Skandal Bank Ueno dan Tekanan Parlemen: Presiden Paraguay Santiago Peña Mengundurkan Diri Awal Masa Jabatannya

- Kondisi ini menyebabkan 2,9 juta nasabah dari total populasi 6,1 juta jiwa di Paraguay, terkunci dalam dana simpanan mereka, memicu skandal nasional yang tak terelakkan.
- Kronologi Tekanan Parlemen dan Dampak Finansial Bank Ueno Keputusan Peña bermula dari tekanan keras di lembaga legislatif.
- Sebanyak 35 anggota parlemen dari kubu oposisi dan pembangkang partai berkuasa mengusulkan mosi tidak percaya dan usulan "pemberhentian dari jabatan" terhadap sang presiden.
Santiago Peña, Presiden ke-52 Paraguay, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (5/11) siang waktu setempat, sebuah keputusan dramatis yang diambil di tengah krisis ekonomi akut dan kebangkrutan Ueno, salah satu bank terbesar di negara tersebut. Langkah mundur ini terjadi sebelum masa jabatannya yang berakhir pada November 2026 habis, dipicu oleh eskalasi tensi politik setelah intervensi negara terhadap bank privat yang dikaitkan erat dengan lingkarannya. Sebagai ekonom yang pernah menjabat Menteri Keuangan di bawah Presiden Horacio Cartes (2015-2017), Peña kini menghadapi konsekuensi historis atas krisis solvabilitas yang mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem keuangan Paraguay.
Paraguay diguncang kontroversi sejak Selasa, ketika otoritas keuangan mengungkap bahwa Bank Ueno melanggar ketentuan batas pemberian pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan afiliasi dengan pejabat negara. Bank ini, yang menjadi sponsor tim sepak bola nasional dan lokal, dilaporkan memiliki rasio solvabilitas yang terjun bebas di bawah 50 persen batas minimum akibat penyesuaian laporan keuangan selama proses regularisasi. Kondisi ini menyebabkan 2,9 juta nasabah dari total populasi 6,1 juta jiwa di Paraguay, terkunci dalam dana simpanan mereka, memicu skandal nasional yang tak terelakkan.
Kronologi Tekanan Parlemen dan Dampak Finansial Bank Ueno
Keputusan Peña bermula dari tekanan keras di lembaga legislatif. Sebanyak 35 anggota parlemen dari kubu oposisi dan pembangkang partai berkuasa mengusulkan mosi tidak percaya dan usulan "pemberhentian dari jabatan" terhadap sang presiden. Tuduhan yang dilontarkan adalah "pengabaian tugas yang serius dan sistematis" terkait manajemen krisis bank. Rincian dampak finansial dari kegagalan Bank Ueno antara lain:
- Bank Ueno resmi ditutup pada tengah malam akibat krisis solvabilitas yang parah.
- Rasio solvabilitas turun di bawah 50% dari batas minimum yang disyaratkan regulasi.
- Dana simpanan jutaan nasabah, termasuk pengelolaan dana pensiun oleh Institut Jaminan Sosial (IPS), menjadi tidak dapat diakses atau terkunci sementara waktu.
Respons Kepresidenan dan Proses Pemakzulan di Senat
Dalam pesan yang diunggah di media sosial, Peña menyatakan bahwa pengunduran diri adalah langkah demi "stabilitas negara, kedamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga institusi-institusi publik". Ia menegaskan, "Hari ini, prioritas saya hanya satu: ketenangan pikiran masyarakat Paraguay... Saya memohon maaf kepada masyarakat jika saya pernah mengecewakan mereka." Meskipun CNN telah menghubungi kantor kepresidenan terkait tuduhan tersebut sebelumnya, respons resmi baru muncul setelah keputusan mundur diambil. Tak lama setelah pengumuman, Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay secara bulat memutuskan untuk memulai proses pemakzulan formal. Kini, bola berada di tangan Senat untuk menentukan apakah proses tersebut akan dilanjutkan atau tidak, menandai babak baru yang penuh ketidakpastian dalam politik dan ekonomi Paraguay. Fenomena pengunduran diri kepala negara ini bukan tanpa preseden; di Bolivia, misalnya, Ketua MA Bolivia Kabur ke Luar Negeri juga menjadi contoh dramatis di mana pejabat tinggi melarikan diri akibat tuduhan persekusi pemerintah, menggarisbawahi volatilitas politik di kawasan Amerika Selatan.
BERITA TERKAIT (Dunia)

25 Penerbangan Eropa Lumpuh Akibat Serangan Bom Palsu Serentak, Ancaman Hibrida Bayangi Sekadar

Trump Ancam Pindah ke Israel Jadi PM Jika Publik AS 'Muak', Klaim Tingkat Kepuasan 99 Persen

Arab Saudi Gelapkan Sifat Tiga Peringatan Darurat Misterius di Tengah Eskalasi Serangan Houthi
