Ronaldo Tutup Pintu Laga Perpisahan: Menolak Seragam Portugal Selama Jorge Jesus Masih Bertahan
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Cristiano Ronaldo telah resmi mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Portugal, namun bintang legendaris ini diklaim enggan menggelar laga perpisahan selama Jorge Jesus masih menjabat sebagai pelatih kepala.
- Menurut laporan eksklusif dari jurnalis Pedro Sepulveda untuk Talksport, ketegangan antara Ronaldo dan Jesus masih menjadi hambatan utama.
- Ronaldo dilaporkan masih menyimpan rasa kesal akibat konflik yang memuncak saat ia ditempatkan di bangku cadangan dalam laga melawan Norwegia.
Cristiano Ronaldo telah resmi mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Portugal, namun bintang legendaris ini diklaim enggan menggelar laga perpisahan selama Jorge Jesus masih menjabat sebagai pelatih kepala. Keputusan pensiun Ronaldo, yang diumumkan pada Kamis (5/11), diambil hanya beberapa saat sebelum jadwal pertandingan UEFA Nations League di bulan November, menandai akhir dari era 23 tahun yang penuh prestise di pentas internasional.
Menurut laporan eksklusif dari jurnalis Pedro Sepulveda untuk Talksport, ketegangan antara Ronaldo dan Jesus masih menjadi hambatan utama. Ronaldo dilaporkan masih menyimpan rasa kesal akibat konflik yang memuncak saat ia ditempatkan di bangku cadangan dalam laga melawan Norwegia. Situasi ini menciptakan dinamika dingin yang membuat Ronaldo menolak untuk kembali mengenakan seragam timnas selama Jesus masih memimpin skuad.
Janji Mutlak Sepulveda dan Akar Konflik dengan Jesus
"Saya bisa memberikan jaminan pada kalian bahwa Ronaldo tidak akan lagi mengenakan seragam resmi tim nasional Portugal," tegas Sepulveda. Ia menambahkan, "Sampai Jorge Jesus meninggalkan timnas Portugal, laga persahabatan terakhir dan kesempatan bagi semua orang untuk mengucapkan selamat tinggal pada Cristiano Ronaldo tidak akan terjadi." Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan personal yang retak antara pemain dan pelatih telah melampaui kepentingan tim, di mana ego dan rasa hormat menjadi penghalang bagi sebuah perpisahan yang layak.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa Ronaldo sejatinya ingin pensiun lebih awal, tepatnya setelah Piala Dunia 2026. Namun, Pedro Proenca, Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, dan Jesus berhasil meyakinkannya untuk bertahan. Ketika konflik akhirnya pecah, kekecewaan mendalam dirasakan oleh Ronaldo, yang merasa dedikasinya tidak dihargai dengan baik oleh staf pelatih saat ini.
Warisan 23 Tahun dan Rekor Dunia yang Tak Tergoyahkan
Keputusan ini mengakhiri perjalanan Ronaldo membela Portugal yang dimulai pada tahun 2003. Selama 23 tahun, ia menjadi tulang punggung timnas dan mencatatkan sejarah dengan mencetak total 146 gol, sebuah rekor dunia untuk gol terbanyak di level tim nasional. Bagi para penggemar, penolakan ini bukan sekadar soal politik internal, melainkan simbol dari standar tinggi yang dijaga Ronaldo hingga akhir kariernya.
Dampak dari keputusan ini adalah ketidakpastian mengenai kapan Portugal akan memberikan penghormatan terakhir kepada ikon mereka. Selama Jesus masih di kursi pelatih, kemungkinan besar tidak akan ada momen emosional perpisahan yang melibatkan kehadiran Ronaldo. Situasi ini menyisakan pertanyaan besar bagi Federasi Sepak Bola Portugal: apakah mereka akan menunggu pergantian pelatih, atau membiarkan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola pergi tanpa upacara perpisahan yang semestinya?
BERITA TERKAIT (Sepak Bola)

Jose Gomes Tekad Amankan Tiga Poin Madura United saat Hadapi Arema FC di Pamekasan

PSIM Yogyakarta Tekad Lanjutkan Tren Positif Lawan Dewa United di Pekan Ke-9 Super League

Bayern Munchen Kunci Masa Depan Harry Kane: Kontrak Diperpanjang hingga 2029
