Prapenjualan CBDK Tembus Rp 448 Miliar, Digerakkan Lonjakan Permintaan Tanah Komersial
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Kinerja PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menunjukkan tren positif signifikan dengan pencapaian prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 448 miliar hingga September 2026.
- Angka ini mencatatkan pertumbuhan sekitar 40% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, didorong oleh kontribusi masif dari penjualan kaveling tanah komersial.
- Kontribusi ini mencapai Rp 379 miliar atau sekitar 85% dari total prapenjualan, sementara sisanya sekitar 15% berasal dari penjualan produk komersial dan residensial di kawasan PIK2 di Tangerang, Banten.
Kinerja PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menunjukkan tren positif signifikan dengan pencapaian prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 448 miliar hingga September 2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sekitar 40% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, didorong oleh kontribusi masif dari penjualan kaveling tanah komersial. Kontribusi ini mencapai Rp 379 miliar atau sekitar 85% dari total prapenjualan, sementara sisanya sekitar 15% berasal dari penjualan produk komersial dan residensial di kawasan PIK2 di Tangerang, Banten.
Kesuksesan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor terhadap potensi kawasan. Presdir CBDK, Steven Kusumo, menegaskan bahwa permintaan pelaku usaha terhadap kaveling tanah komersial di CBD PIK2 masih mumpuni, mencerminkan keyakinan terhadap kualitas dan peluang usaha di area tersebut. "Kami melihat bahwa permintaan pelaku usaha terhadap kaveling tanah komersial di CBD PIK2 masih mumpuni. Ini bisa menjadi cerminan tingkat kepercayaan pembeli kami terhadap kualitas dan peluang usaha di area CBD PIK2," ujar Steven dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/11/2026).
Rinci Segmen Penjualan dan Dukungan Ekosistem
Pada segmen komersial, prapenjualan ditopang oleh produk seperti SOHO The Bund dan Bizpark PIK2. Sementara itu, segmen residensial didukung oleh Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence. Perusahaan memiliki cadangan lahan seluas 691 hektare yang sebagian besar berada di kawasan CBD PIK2, menjadi modal utama untuk melanjutkan pengembangan. Ekosistem kawasan semakin matang dengan kehadiran fasilitas strategis pihak ketiga, seperti gedung Bank Mandiri dan BNI yang telah beroperasi, serta destinasi gaya hidup CBD Beachwalk.
Daya tarik kawasan diperkuat oleh operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Hingga September 2026, pusat MICE ini telah menggelar 51 acara besar, termasuk Java Jazz Festival, Hyrox Indonesia 2026, dan Danantara Expo. Dari sisi infrastruktur, mobilitas menuju PIK2 semakin mudah berkat beroperasinya secara fungsional sebagian ruas Tol KATARAJA Seksi 1 yang terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta dan wilayah Jabodetabek. Selain itu, hotel bintang lima Hilton PIK2 dengan 271 kamar ditargetkan beroperasi pada semester kedua 2027.
Pemantauan Makroekonomi dan Prospek Keberlanjutan
Kendati mencatatkan pertumbuhan tinggi, manajemen CBDK tetap waspada terhadap dinamika makroekonomi global dan domestik. Perusahaan aktif memantau berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar rupiah, inflasi, hingga suku bunga yang berpotensi memengaruhi sektor properti secara keseluruhan. Komitmen utama perseroan tetap berada pada eksekusi optimal rencana pengembangan kawasan, fasilitas, serta infrastruktur di PIK2 guna mempertahankan daya tarik bagi para pelaku usaha dan penghuni di masa mendatang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Bahlil Lahadalia Raih CNN Indonesia Awards 2026, Wujudkan Proyek Hilirisasi senilai Rp180 Triliun

Mentan Amran Sulaiman Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Kementan

Bank Mandiri Raih Laba Rp46,5 Triliun, Didorong Ekspansi Kredit Berkualitas dan Lonjakan Transaksi Digital
