Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bank Mandiri Raih Laba Rp46,5 Triliun, Didorong Ekspansi Kredit Berkualitas dan Lonjakan Transaksi Digital

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Bank Mandiri Raih Laba Rp46,5 Triliun, Didorong Ekspansi Kredit Berkualitas dan Lonjakan Transaksi Digital
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Bank Mandiri mencatatkan kinerja keuangan yang impresif hingga Oktober 2026 dengan membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp46,5 triliun , tumbuh 19,6% secara tahunan (YoY).
  • Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan kredit berkualitas sebesar 16,5% YoY menjadi Rp1.635 triliun, serta peningkatan signifikan pada pendapatan berbasis transaksi.
  • Strategi ekspansi Bank Mandiri difokuskan pada sektor-sektor produktif dan resilien seperti pemerintahan, energi, logistik, industri pengolahan logam, serta makanan dan minuman.

Bank Mandiri mencatatkan kinerja keuangan yang impresif hingga Oktober 2026 dengan membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp46,5 triliun, tumbuh 19,6% secara tahunan (YoY). Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan kredit berkualitas sebesar 16,5% YoY menjadi Rp1.635 triliun, serta peningkatan signifikan pada pendapatan berbasis transaksi. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa pertumbuhan kredit dijalankan dengan disiplin dalam pemilihan sektor dan penjagaan kualitas pembiayaan, yang menjadi fondasi konsistensi kinerja sekaligus dukungan terhadap kegiatan ekonomi nasional.

Strategi ekspansi Bank Mandiri difokuskan pada sektor-sektor produktif dan resilien seperti pemerintahan, energi, logistik, industri pengolahan logam, serta makanan dan minuman. Pendekatan berbasis ekosistem memungkinkan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari perusahaan utama hingga UMKM di sepanjang rantai pasok.

Kualitas Aset Terjaga dan Strategi Ekspansi Terukur

Di tengah ekspansi kredit, Bank Mandiri berhasil menjaga kesehatan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross secara bank only turun menjadi 0,97% dari 1,02% pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPL coverage mencapai 244,5%, sementara biaya risiko kredit atau cost of credit terjaga rendah di angka 0,55%. "Pertumbuhan kredit kami jalankan dengan disiplin dalam memilih sektor dan menjaga kualitas pembiayaan," ujar Novita dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026). Disiplin ini memastikan bahwa ekspansi tidak mengorbankan stabilitas fundamental bank.

Keberhasilan ini juga didukung oleh optimalisasi pendekatan pembiayaan ekosistem yang memperkuat kapasitas usaha dan membuka akses bagi pelaku UMKM, menjadikan pertumbuhan korporasi sebagai penggerak ekonomi yang inklusif.

Transformasi Digital Jadi Penggerak Dana Murah dan Pendapatan Berulang

Transformasi digital menjadi mesin pertumbuhan utama melalui platform Kopra by Mandiri dan Livin' by Mandiri. Pada segmen wholesale, pengguna Kopra melonjak 48,6% YoY menjadi 455 ribu dengan frekuensi transaksi 1,32 miliar. Sementara itu, pengguna terdaftar Livin' tumbuh 20,4% YoY menjadi 43 juta, dengan frekuensi transaksi mencapai 4,22 miliar atau naik 27,8% YoY. Lonjakan aktivitas ini menopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,1% YoY menjadi Rp1.762 triliun, dengan rasio CASA mencapai 71,8%.

  • Giro tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp679 triliun.
  • Tabungan naik 11,3% YoY menjadi Rp586 triliun.
  • Fee-based income recurring tumbuh 19,8% YoY menjadi Rp17,2 triliun.

Bank Mandiri juga memperluas layanan melalui Tabungan Emas digital dan KSM Emas, serta integrasi layanan harian seperti Livin' Food yang menggandeng lebih dari 2.300 merchant UMKM. "Layanan yang semakin lengkap mempererat hubungan dengan nasabah sekaligus memperkuat dana murah dan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan," pungkas Novita. Langkah ini mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai bank digital terintegrasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi pendanaan dan diversifikasi pendapatan di tengah dinamika ekonomi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ