Pemkot Jaksel Rekonstruksi 7 Rumah Warga Menteng Atas Dampak Kebakaran, Dibiayai Baznas

- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan resmi memulai program bedah rumah bagi penyintas kebakaran di RW 13, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi.
- Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menegaskan bahwa proses konstruksi ditargetkan rampung dalam kurun waktu 1,5 bulan.
- Tujuannya adalah agar warga dapat segera kembali menghuni tempat tinggal yang layak dan aman setelah terdampak musibah kebakaran.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan resmi memulai program bedah rumah bagi penyintas kebakaran di RW 13, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi. Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menegaskan bahwa proses konstruksi ditargetkan rampung dalam kurun waktu 1,5 bulan. Tujuannya adalah agar warga dapat segera kembali menghuni tempat tinggal yang layak dan aman setelah terdampak musibah kebakaran.
Berdasarkan data lapangan, kebakaran tersebut berdampak signifikan terhadap 17 Kepala Keluarga (KK) atau total 74 jiwa. Saat ini, distribusi tempat penampungan sementara telah dilakukan untuk memastikan keamanan warga. Dampak tersebut mencakup tujuh KK yang menumpang di kediaman kerabat, sementara 10 KK lainnya telah diakomodir di Rusun Pasar Rumput. Pemerintah kota memutuskan untuk membangun kembali tujuh unit rumah guna meringankan beban beban warga yang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa ini.
Dukungan Pendanaan Bazis DKI dan Standar Bangunan
Program rekonstruksi ini mendapat dukungan pendanaan langsung dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI Jakarta. Setiap unit rumah dialokasikan anggaran sebesar Rp55 juta dengan standar luas bangunan 35 meter persegi. Alokasi anggaran ini dirancang untuk memenuhi standar kelayakan hunian secara cepat dan efisien. Syafrin mengingatkan seluruh unsur terkait untuk meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di masa depan, seperti memastikan instalasi listrik sesuai standar serta melakukan audit kelistrikan secara rutin.
Lebih lanjut, edukasi mengenai penggunaan stopkontak dan pencegahan kebakaran sejak dini juga menjadi prioritas. "Semoga nantinya rumah baru tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi warga. Mereka dapat hidup dengan lebih layak lagi seperti sediakala," tutur Syafrin. Sementara itu, Ketua RW 13, Abdillah Arrahman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu dari proses penanganan awal hingga masa pemulihan pascakebakaran.
Penghapusan Risiko dan Apresiasi Komunitas
Abdillah menegaskan bahwa bantuan pascakebakaran terus mengalir hingga saat ini. "Alhamdulillah, bantuan pascakebakaran terus mengalir hingga saat ini. Kami juga sangat bersyukur atas uluran tangan pemerintah dalam membangun kembali rumah yang terbakar," ucapnya. Respons positif dari masyarakat setempat mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam penanganan bencana kebakaran di wilayah padat penduduk.
- Jumlah terdampak: 17 KK atau 74 jiwa.
- Rekonstruksi: 7 unit rumah dengan alokasi anggaran Rp55 juta per unit.
- Standar Bangunan: Luas 35 meter persegi per unit.
- Target Selesai: 1,5 bulan dari awal konstruksi.
- Pengembangan Pencegahan: Audit kelistrikan dan edukasi penggunaan stopkontak.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Buleleng Dorong Pemerataan Ekonomi Bali Melalui Penguatan Konektivitas dan Hilirisasi

Rupiah Melemah ke Rp18.089 Didorong Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Lima Rute Transjakarta Terimbas Aksi di Mabes Polri, PT Transportasi Jakarta Aktifkan Protokol Pengalihan Arus
