Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Menperin Dorong Pertamina Perluas Penggunaan Sagu untuk Pengeboran Minyak, Kebutuhan Capai 9.000 Ton

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: Kompas Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Menperin Dorong Pertamina Perluas Penggunaan Sagu untuk Pengeboran Minyak, Kebutuhan Capai 9.000 Ton
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan TKDN di berbagai sektor industri, yang kini mulai meluas dari otomotif ke energi dan pangan.
  • Pemerintah dan Pertamina tengah membahas peningkatan komitmen perusahaan dalam menggunakan produk lokal sesuai standar yang ditetapkan.
  • Langkah ini bukan hanya sekadar substitusi, melainkan upaya hilirisasi komoditas agar sagu Indonesia memiliki nilai tambah di sektor energi.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong PT Pertamina (Persero) untuk memperluas pemanfaatan sagu sebagai bahan pendukung dalam proses pengeboran sumur minyak, langkah strategis ini bertujuan meningkatkan komponen dalam negeri (TKDN) sekaligus menciptakan pasar baru bagi industri sagu nasional. Inisiatif tersebut didasarkan pada uji coba yang telah dilakukan di dua sumur minyak dengan hasil yang memuaskan, memicu dorongan pemerintah untuk mengadopsi standar operasional yang lebih luas menggunakan bahan baku lokal. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan TKDN di berbagai sektor industri, yang kini mulai meluas dari otomotif ke energi dan pangan.

Pemerintah dan Pertamina tengah membahas peningkatan komitmen perusahaan dalam menggunakan produk lokal sesuai standar yang ditetapkan. Langkah ini bukan hanya sekadar substitusi, melainkan upaya hilirisasi komoditas agar sagu Indonesia memiliki nilai tambah di sektor energi. Dengan potensi sekitar 900 sumur yang dikelola Pertamina, kebutuhan sagu diperkirakan akan melonjak drastis.

Regulasi SNI dan Potensi Pasar Industri Sagu Nasional

Sarmuji menegaskan bahwa pemerintah akan segera menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus untuk penggunaan sagu dalam kegiatan pengeboran. Jika bahan baku lokal ini terbukti memenuhi spesifikasi teknis industri, penerapan standar tersebut dapat menjadi wajib, menjamin kualitas sekaligus membuka luasnya rantai pasok.

Secara teknis, setiap sumur minyak membutuhkan sekitar 10 ton sagu. Dengan asumsi pemanfaatan pada sekitar 900 sumur Pertamina, total kebutuhan diproyeksikan mencapai 9.000 ton. Pasokan dalam negeri dinilai sangat mencukupi, terutama dari Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, yang telah menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan pengolah pati untuk memperkuat kapasitas produksi. Kerja sama ini diharapkan dapat menstabilkan rantai pasok secara nasional, mirip seperti fokus pada kesiapan logistik yang menjadi kunci utama dalam adopsi teknologi baru di berbagai industri, termasuk di wilayah timur Indonesia seperti Maluku.

Respons Pertamina: Kolaborasi Industri dan Sistem Temu Bisnis

Jaffee Arizon Suardin, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), menyatakan dukungan penuh perusahaan terhadap program peningkatan TKDN. Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen mengakselerasi kemitraan dengan industri dalam negeri untuk memastikan keberlanjutan pengadaan material operasional.

  • Pertamina akan menyiapkan sistem temu bisnis (*business matching*) untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan produk industri nasional.
  • Kolaborasi akan melibatkan pemilik perusahaan dan penyedia teknologi dalam negeri untuk integrasi proses pengeboran.
  • Langkah cepat akan diambil bersama unsur pemerintah guna mengoptimalkan pemanfaatan komponen lokal di sektor energi.

Dukungan ini diharapkan tidak hanya memacu konsumsi sagu nasional, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan dan energi melalui integrasi lintas sektor yang solid antara sektor hulu migas dan industri pengolahan pangan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ