Menekraf Riefky Harsya: 27,4 Juta Tenaga Kerja Ekraf Didominasi Generasi Z, Kemenekraf Percepat Ekspansi Lembaga Daerah
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional kini melibatkan 27,4 juta tenaga kerja.
- Sebagian besar dari angka tersebut didominasi oleh generasi Z dan milenial di bawah usia 40 tahun, serta melibatkan 58 persen pekerja perempuan.
- Menurutnya, tren positif kini terlihat dari munculnya potensi ekraf baru dari desa-desa di luar Jawa.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional kini melibatkan 27,4 juta tenaga kerja. Sebagian besar dari angka tersebut didominasi oleh generasi Z dan milenial di bawah usia 40 tahun, serta melibatkan 58 persen pekerja perempuan. Menyampaikan pernyataan ini usai membuka acara IDE-IND di Kabupaten Tangerang, Banten, Teuku Riefky menekankan bahwa potensi ekraf telah tersebar hampir di seluruh daerah, didukung oleh akar budaya yang kuat meski sebelumnya masih terpusat di Jawa.
Menurutnya, tren positif kini terlihat dari munculnya potensi ekraf baru dari desa-desa di luar Jawa. "Hal ini menunjukkan potensi yang semakin besar," kata Teuku Riefky. Ia mencatat, pertumbuhan kelembagaan daerah di bidang ekraf juga melonjak signifikan. Jika pada akhir 2024 hanya ada sekitar 7 provinsi yang memiliki dinas khusus ekraf, jumlahnya kini telah mendekati 20 provinsi. Target pemerintah pun dinaikkan, di mana sekitar 100 kabupaten/kota ditargetkan membentuk dinas ekraf pada pertengahan tahun depan.
Keseriusan Meningkatkan Brand Lokal dan Ekspansi Lembaga
Kementerian Ekraf bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen dalam mengangkat jenama (brand) serta kekayaan intelektual (IP) lokal agar mampu bersaing di kancah nasional hingga global. Acara IDE-IND di Banten menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk mengangkat karya kreatif lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami berharap melalui program ini, para pelaku lokal dapat bertransformasi menjadi juara nasional hingga menembus pasar global," ujar Teuku Riefky.
Untuk mengatasi tantangan terkait akses pasar, konsistensi, dan keberlanjutan kualitas produksi, Kementerian Ekraf menyiapkan tiga program utama, yaitu:
- Activasi desa kreatif
- Activasi kreatif hub
- Kreatif oleh Indonesia (salah satunya melalui program IDE-IND)
Pesan Wagub Banten: Fokus pada Kekayaan Intelektual
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menyatakan bahwa Banten memiliki sumber daya manusia yang sangat handal. Ia mengingatkan bahwa jika selama ini perbincangan ekonomi kerap berfokus pada sumber daya alam yang bisa habis, kekayaan intelektual justru sebaliknya. "Kalau kekayaan intelektual yaitu ide atau kreativitas, itu malah membuat warga bertambah dan meningkatkan kekayaan atau sumber pendapatan yang diraih, termasuk membuka lapangan pekerjaan dan kemandirian," ujarnya. Dimyati mendorong generasi muda di Banten untuk tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN), melainkan berwirausaha melalui sektor ekonomi kreatif untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Dubes Azerbaijan Apresiasi Dukungan Jangka Panjang Indonesia atas Kedaulatan di Perang Patriotik

APP Perkuat Ekspansi Produk Kertas Hijau di CIIE ke-9, Luncurkan Foopak Baking Paper

Kebakaran Restoran Solaria di Blok M Square: Dugaan Kebocoran Gas Luka-lukai 4 Karyawan
