Lima Kru Heli TNI Dievakuasi ke Kalsel, Tiga Purnawirawan Gugur dalam Misi Karhutla
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Menteri Kehutanan Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah memastikan kelima kru yang selamat mendapatkan penanganan medis terbaik di rumah sakit rujukan.
- "Saat ini lima kru yang selamat, sudah dibawa dari Kuala Pembuang ke Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan yang terbaik," ujar Raja Juli mengutip laporan Antara pada Kamis (5/11).
- Tragedi ini menelan korban jiwa yang signifikan.
Lima kru helikopter Mi-17V5 TNI yang mengalami insiden saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, telah dievakuasi ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menteri Kehutanan Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah memastikan kelima kru yang selamat mendapatkan penanganan medis terbaik di rumah sakit rujukan. "Saat ini lima kru yang selamat, sudah dibawa dari Kuala Pembuang ke Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan yang terbaik," ujar Raja Juli mengutip laporan Antara pada Kamis (5/11).
Tragedi ini menelan korban jiwa yang signifikan. Selain lima kru yang berhasil diselamatkan, tiga personel lainnya gugur dalam peristiwa tersebut. Jenazah para purnawirawan TNI tersebut telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga, sementara satu kru lainnya masih dalam status hilang dan menjadi prioritas pencarian tim gabungan.
Kronologi Insiden dan Identitas Korban
Helikopter tersebut awalnya lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang. Berdasarkan laporan di lapangan, insiden diduga terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika helikopter sedang dalam proses pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Kelima kru yang berhasil dievakuasi dan kini menjalani perawatan medis di Kalsel adalah Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, dan Sersan Kepala Kadiya.
Di sisi lain, tiga kru lainnya dinyatakan gugur dalam misi mulia tersebut, yaitu:
- Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah: Jenazah telah diberangkatkan ke Bandung.
- Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar: Jenazah dibawa ke Semarang untuk diserahkan kepada keluarga.
- Sertu (Anum) Heri Prasetyo: Masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Koordinasi Penanganan dan Pencarian Lanjutan
Penanganan pasca-insiden ini dikoordinasikan secara ketat oleh pimpinan daerah dan militer. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, serta Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin langsung upaya penanganan di lokasi kejadian. Raja Juli menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan korban selamat serta melanjutkan upaya pencarian terhadap kru yang masih hilang. "Saat ini yang terpenting adalah memastikan korban yang selamat mendapat perawatan terbaik dan pencarian terhadap saudara kita yang masih hilang terus dilakukan," tegasnya. Tim gabungan terus bekerja keras untuk menemukan Sertu (Anum) Heri Prasetyo sekaligus memastikan seluruh proses penanganan insiden berjalan dengan baik dan transparan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Ketum Muhammadiyah Desak Polri Usut Tuntas Skandal Penyadapan Ilegal 2025-2026

Jokowi Buka Suara, Respons Isu Pemakzulan Gibran Usai Saksi Kasus Ijazah

BMKG Peringatkan 38 Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Lebat pada Kamis
