Kemenbud Dorong Film Indonesia Kompetitif Global Tanpa Kehilangan Identitas Nasional
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmennya untuk menjadi fasilitator dan mitra strategis bagi perfilman Indonesia guna meningkatkan daya saing di kancah global.
- "Kita ingin film Indonesia semakin kompetitif di bidang global tanpa kehilangan akar budaya dan identitas nasional," ujar Irini dalam konferensi pers Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Jakarta, Jumat.
- Komitmen ini sejalan dengan apresiasi Kemenbud terhadap konsistensi JAFF yang telah berjalan lebih dari dua dekade dalam membangun ekosistem perfilman di Indonesia.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmennya untuk menjadi fasilitator dan mitra strategis bagi perfilman Indonesia guna meningkatkan daya saing di kancah global. Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik dan Seni Kemenbud, menyatakan bahwa pemerintah akan fokus pada penguatan kapasitas talenta, perlindungan kekayaan intelektual, kemudahan akses produksi, serta peluasan kolaborasi internasional. "Kita ingin film Indonesia semakin kompetitif di bidang global tanpa kehilangan akar budaya dan identitas nasional," ujar Irini dalam konferensi pers Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Jakarta, Jumat.
Komitmen ini sejalan dengan apresiasi Kemenbud terhadap konsistensi JAFF yang telah berjalan lebih dari dua dekade dalam membangun ekosistem perfilman di Indonesia. Memasuki penyelenggaraan ke-21, festival ini dinilai memiliki peran penting sebagai platform strategis bagi sineas Indonesia dan Asia untuk memperkenalkan karya, mengembangkan talenta, serta memperluas jejaring profesional.
Peran Strategis JAFF dalam Diplomasi Budaya
Irini menjelaskan bahwa keberlanjutan JAFF merupakan bukti nyata bahwa pemajuan kebudayaan membutuhkan komitmen jangka panjang, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan. Kemenbud memandang JAFF bukan sekadar acara tahunan, melainkan mitra strategis dalam memajukan perfilman nasional, memperkuat diplomasi budaya, dan membawa cerita-cerita Indonesia kepada masyarakat dunia. Kolaborasi lintas negara yang terjalin melalui festival ini diharapkan dapat membuka jalan bagi sineas lokal untuk berinteraksi dengan standar industri global.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kemenbud telah menyiapkan langkah konkret melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dukungan ini diwujudkan melalui skema program pemanfaatan layanan dana abadi kebudayaan, yaitu Dana Indonesia Raya, yang akan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan JAFF 2026. Langkah ini menunjukkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan lembaga pengelola dana dalam memastikan keberlanjutan industri kreatif nasional.
Dukungan Finansial dan Ekosistem Jangka Panjang
Pembiayaan melalui Dana Indonesia Raya menjadi instrumen penting dalam memastikan film Indonesia tidak hanya hadir di festival, tetapi juga mampu bersaing secara komersial dan artistik di pasar internasional. Dengan dukungan infrastruktur dan pendanaan yang jelas, diharapkan sineas Indonesia dapat memproduksi karya yang berkualitas tinggi sekaligus tetap membumi pada nilai-nilai keindonesiaan. Kemenbud optimis bahwa dengan kombinasi penguatan talenta, perlindungan hak cipta, dan akses pendanaan, perfilman Indonesia akan semakin mapan di mata dunia.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Dubes Azerbaijan Apresiasi Dukungan Jangka Panjang Indonesia atas Kedaulatan di Perang Patriotik

APP Perkuat Ekspansi Produk Kertas Hijau di CIIE ke-9, Luncurkan Foopak Baking Paper

Kebakaran Restoran Solaria di Blok M Square: Dugaan Kebocoran Gas Luka-lukai 4 Karyawan
