Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Istana Gerak Cepat Bersihkan Lingkaran Terdekat, 4 Jenderal Polri Resmi Jadi Tersangka

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Istana Gerak Cepat Bersihkan Lingkaran Terdekat, 4 Jenderal Polri Resmi Jadi Tersangka
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan komitmen keras untuk menjaga keamanan dan integritas lingkaran terdapatnya Presiden dari ancaman "musuh dalam selimut".
  • Pernyataan tegas ini dilontarkan sebagai respons langsung terhadap temuan kasus penyadapan ilegal yang melibatkan pejabat tinggi Polri, di mana empat jenderal kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
  • Kasus ini mengungkap praktik penyadapan yang diduga mengincar tidak hanya Presiden, tetapi juga spektrum luas pejabat negara, tokoh politik, pengusaha, media, dan tokoh masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan komitmen keras untuk menjaga keamanan dan integritas lingkaran terdapatnya Presiden dari ancaman "musuh dalam selimut". Pernyataan tegas ini dilontarkan sebagai respons langsung terhadap temuan kasus penyadapan ilegal yang melibatkan pejabat tinggi Polri, di mana empat jenderal kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Prasetyo, usai menghadiri rapat di DPR pada Jumat (6/11), menekankan bahwa mekanisme kewaspadaan negara harus berjalan tanpa henti, disertai proses pembersihan struktur yang jernih guna memastikan tidak ada celah bagi intervensi internal yang membahayakan ketatanegaraan.

Kasus ini mengungkap praktik penyadapan yang diduga mengincar tidak hanya Presiden, tetapi juga spektrum luas pejabat negara, tokoh politik, pengusaha, media, dan tokoh masyarakat. Metodologi pelanggarannya dinilai sangat sistematis, di mana para pelaku diduga menyisipkan nomor telepon target ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa mengikuti verifikasi dan prosedur hukum yang berlaku. Praktik keliru ini dilaporkan berlangsung secara masif dalam periode 2025 hingga 2026, menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan wewenang informasi yang serius di lingkungan penegak hukum.

Skip Empat Jenderal dan Kronologi Penahanan

Penyidik resmi menetapkan empat nama jenderal sebagai tersangka, yang terdiri dari eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi. Sebelumnya, tiga nama terakhir sempat berstatus saksi sebelum gelar perkara menemukan bukti substansial. Saat ini, tiga tersangkaโ€”Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadiโ€”sudah ditahan di Rutan Mako Brimob Mabes Polri. Sementara itu, Irjen Slamet Uliandi belum ditahan dengan alasan kesehatan; ia sedang menjalani pemulihan medis akibat serangan stroke. Istana memastikan penanganan kasus ini harus berjalan transparan dan menuntaskan seluruh aspek tanpa ada upaya penutupan informasi publik.

Dalam hal penerapan hukum, para tersangka terancam konsekuensi pidana yang sangat berat. Mereka disangkakan melanggar Pasal 258 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, serta Pasal 332 ayat (1) dan/atau ayat (2) KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. Selain itu, penggunaan sistem digital ilegal membuat mereka juga terjerat Pasal 31 ayat (1) UU ITE yang mengancam hukuman penjara selama 8 tahun. Konvergensi pasal-pasal ini menunjukkan keseriusan negara dalam menindak pelanggaran keamanan siber dan privasi pejabat tinggi negara.

Mandiri dan Transparansi Hukum di Era Digital

Langkah bersih-bersih ini menandai pergeseran signifikan dalam tata kelola keamanan negara. Dengan mengedepankan prinsip transparansi sesuai peraturan perundang-undangan, pemerintah berusaha memulihkan kepercayaan publik bahwa institusi negara benar-benar bebas dari permainan kotor internal. Penanganan kasus penyadapan ilegal ini menjadi preseden penting dalam era digital, di mana keamanan data dan prosedur hukum penyadapan menjadi garis batas yang tidak boleh dilanggar oleh pejabat mana pun. Komitmen Istana untuk terus berawas dan membersihkan elemen-elemen yang berpotensi menjadi ancaman internal merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ