IPB University Luncurkan Program 'Cerdas Finansial Desa' untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Kader Posyandu
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Inisiatif ini diluncurkan untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan mengenai pengelolaan finansial domestik melalui penyusunan modul interaktif, buku saku praktis, serta materi sosialisasi berkelanjutan.
- Program ini merespons tantangan rendahnya literasi keuangan di tingkat rumah tangga pedesaan, yang sering kali menjadi akar dari kerentanan ekonomi keluarga.
- Menurut Annisaturradiah , perwakilan tim mahasiswa, penguatan kapasitas finansial kader posyandu diyakini akan memberikan efek pengali yang signifikan terhadap penyebaran informasi ke masyarakat luas.
Tim mahasiswa IPB University menginisiasi program edukasi terstruktur bertajuk "Cerdas Finansial Desa" yang ditujukan bagi kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di Situ Leutik Desa, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Inisiatif ini diluncurkan untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan mengenai pengelolaan finansial domestik melalui penyusunan modul interaktif, buku saku praktis, serta materi sosialisasi berkelanjutan. Program ini merespons tantangan rendahnya literasi keuangan di tingkat rumah tangga pedesaan, yang sering kali menjadi akar dari kerentanan ekonomi keluarga.
Menurut Annisaturradiah, perwakilan tim mahasiswa, penguatan kapasitas finansial kader posyandu diyakini akan memberikan efek pengali yang signifikan terhadap penyebaran informasi ke masyarakat luas. "Ibu-ibu rumah tangga pada umumnya memegang kendali penuh atas alokasi anggaran domestik," ujar Annisa dalam keterangannya di Bogor, Jumat. Oleh karena itu, pemilihan kader posyandu sebagai sasaran utama didasarkan pada peran strategis mereka sebagai pemimpin opini sekaligus aktor sentral dalam struktur sosial desa.
Strategi Edukasi Berbasis Empat Pilar Finansial
Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh maraknya kerentanan ekonomi keluarga di perdesaan, termasuk tingginya ketergantungan pada pinjaman informal berbiaya tinggi dan minimnya alokasi dana darurat. Kondisi tersebut diperparah oleh penetrasi produk keuangan digital yang tidak diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai. Untuk mengatasi hal ini, tim peneliti yang didampingi oleh Prof. Lilik Noor Yuliati menerapkan pendekatan aksi melalui metode Training of Trainers (ToT) dengan instrumen edukasi berbasis riset empiris yang disesuaikan dengan konteks sosio-ekonomi lokal. Materi edukasi difokuskan pada empat pilar utama:
- Akuntansi sederhana untuk rumah tangga;
- Pemisahan kas usaha kecil dan pengeluaran domestik;
- Analisis rasio kebutuhan versus keinginan;
- Mitigasi risiko investasi bodong.
Peran Kader Posyandu sebagai Duta Ketahanan Finansial
Kader posyandu yang telah menjalani pelatihan didiseminasikan kembali materi tersebut kepada warga melalui pertemuan rutin di pos layanan terpadu. Strategi penguatan kelembagaan lokal ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan finansial keluarga yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan mengubah kader posyandu menjadi agen perubahan ekonomi di tingkat akar rumput, program ini tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada keberlanjutan dampak sosial melalui jaringan komunitas yang sudah terbangun. Langkah ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas perdesaan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Dubes Azerbaijan Apresiasi Dukungan Jangka Panjang Indonesia atas Kedaulatan di Perang Patriotik

APP Perkuat Ekspansi Produk Kertas Hijau di CIIE ke-9, Luncurkan Foopak Baking Paper

Kebakaran Restoran Solaria di Blok M Square: Dugaan Kebocoran Gas Luka-lukai 4 Karyawan
