Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Inflasi Banyuwangi 2,69 Persen, Terendah di Jatim September 2026 Berkat Sinergi TPID

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: Kompas Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Inflasi Banyuwangi 2,69 Persen, Terendah di Jatim September 2026 Berkat Sinergi TPID
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Capaian signifikan terukir di sektor ekonomi daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang berhasil menekan laju inflasi hingga 2,69 persen secara tahunan pada September 2026.
  • Angka ini menjadikannya yang terendah di seluruh Jawa Timur, sekaligus lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang menyentuh 3,28 persen dan rata-rata Jawa Timur di 3,33 persen.
  • Ipuk menjelaskan bahwa efektivitas strategi ini terlihat dari sinergi kolaboratif mulai dari hulu hingga hilir, mencakup kelancaran distribusi hingga keterjangkauan harga di pasar.

Capaian signifikan terukir di sektor ekonomi daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang berhasil menekan laju inflasi hingga 2,69 persen secara tahunan pada September 2026. Angka ini menjadikannya yang terendah di seluruh Jawa Timur, sekaligus lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang menyentuh 3,28 persen dan rata-rata Jawa Timur di 3,33 persen. Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi, menyatakan bahwa prestasi ini adalah buah dari koordinasi lintas sektor yang solid melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang memungkinkan kebijakan pengendalian harga diimplementasikan secara cepat dan terarah di tengah dinamika pasar.

Ipuk menjelaskan bahwa efektivitas strategi ini terlihat dari sinergi kolaboratif mulai dari hulu hingga hilir, mencakup kelancaran distribusi hingga keterjangkauan harga di pasar. Pemerintah daerah kini memfokuskan upaya penguatan pada empat aspek krusial yang dikenal dengan istilah 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pendekatan ini didukung secara finansial melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta penguatan sinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk memastikan stabilitas bahan pokok tetap terjaga.

Implementasi Strategi 4K dan Dukungan Anggaran

Untuk menjaga momentum positif ini, Pemkab Banyuwangi mengintegrasikan penguatan aspek 4K ke dalam sistem pengawasan harga terpadu. Alokasi APBD tidak hanya diprioritaskan untuk subsidi, tetapi juga untuk modernisasi logistik agar rantai pasok tidak terputus. Kolaborasi dengan Satgas Pangan menjadi kunci strategis untuk memitigasi lonjakan harga komoditas utama, memastikan bahwa ketersediaan stok di pasar-pasar tradisional dan modern tetap aman dari fluktuasi musim dan gangguan distribusi.

Antisipasi Dampak Jangka Panjang dan Stabilitas Daya Beli

Menutup rangkaian kinerjanya, Ipuk menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dengan indikator yang terukur agar dampak kebijakan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia memastikan bahwa dengan menjaga harga bahan pokok stabil, daya beli masyarakat akan tetap terjaga sehingga inflasi Banyuwangi dapat konsisten berada dalam sasaran target nasional. "Ini adalah hasil kinerja super tim... Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga inflasi daerah," ujar Ipuk, menegaskan bahwa stabilitas ekonomi mikro ini merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan daerah jangka panjang.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ