Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas: PVMBG Imbau Masyarakat Jauhi Sungai Besuk Kobokan 500 Meter
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengeluarkan awan panas pada Jumat, 6 November 2026.
- Laporan resmi yang dirilis pada pukul 15.48 WIB menyebutkan bahwa awan panas guguran tersebut meluncur sejauh 5.000 meter.
- Fenomena ini disertai dengan kolom abu yang mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak, memicu kekhawatiran di kalangan warga sekitar dan instansi terkait.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengeluarkan awan panas pada Jumat, 6 November 2026. Laporan resmi yang dirilis pada pukul 15.48 WIB menyebutkan bahwa awan panas guguran tersebut meluncur sejauh 5.000 meter. Fenomena ini disertai dengan kolom abu yang mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak, memicu kekhawatiran di kalangan warga sekitar dan instansi terkait.
Menyikapi dinamika vulkanik tersebut, PVMBG memberikan imbauan ketat kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung. Selain itu, warga diwajibkan untuk menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi Sungai Besuk Kobokan. Larangan ini diberlakukan mengingat risiko besar terdampaknya perluasan awan panas serta potensi aliran lahar dingin yang dapat menjangkau area sejauh 17 kilometer dari puncak.
Detail Data Vulkanik dan Area Berisiko
Berdasarkan pemantauan visual dan instrumental dari petugas di lapangan, awan panas yang meluncur dengan jarak 5.000 meter menunjukkan tingkat aktivitas gunung yang perlu diwaspadai. Tinggi kolom abu yang mencapai 1.000 meter menandakan bahwa letusan terjadi secara eksplosif dan memiliki dampak sebaran abu yang luas. Kondisi ini menjadi dasar utama bagi PVMBG untuk memperbarui status keamanan di sekitar kaldera dan lereng gunung.
PVMBG merinci zona bahaya yang harus dihindari oleh masyarakat dengan kriteria berikut:
- Sektor tenggara gunung dalam radius 13 kilometer dari puncak tidak disarankan untuk aktivitas.
- Daerah sepanjang tepi Sungai Besuk Kobokan berisiko tinggi terkena perluasan awan panas.
- Potensi aliran lahar dingin dapat menjangkau area hingga 17 kilometer dari puncak puncak.
Imbauan Pengamanan dan Mitigasi Dampak
Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada serta mengutamakan keselamatan dengan menjauhi area yang rawan. Dampak dari aliran lahar dan awan panas tidak hanya membahayakan wilayah hulu, tetapi juga dapat mengancam daerah aliran sungai di hilir. Oleh karena itu, kedisiplinan dalam mengikuti protokol evakuasi dan larangan beraktivitas di zona merah menjadi krusial untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materiil.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Kemenbud Jadwalkan Penganugerahan Maestro Seni pada Desember 2026

Mendagri Tito Karnavian Perintahkan Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Akurasi Bansos

Dewan Pers Dorong Skema Hibrid LMK-B2B untuk Jamin Hak Ekonomi Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
