Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Empat Negara Arab Kecam Serangan Rudal Houthi ke Madinah, Koalisi Saudi Sukses Cegah Ancaman

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Kompas Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Empat Negara Arab Kecam Serangan Rudal Houthi ke Madinah, Koalisi Saudi Sukses Cegah Ancaman
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania secara tegas mengecam upaya kelompok Houthi Yaman yang meluncurkan rudal balistik menuju wilayah Madinah, Arab Saudi .
  • Keempat negara tersebut menyatakan solidaritas penuh kepada Riyadh di tengah eskalasi ketegangan di kawasan, menyusul keberhasilan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam menetralkan ancaman tersebut.
  • Insiden ini menyoroti kembali dinamika keamanan regional yang kompleks, di mana upaya serangan lintas negara dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap norma-norma internasional.

Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania secara tegas mengecam upaya kelompok Houthi Yaman yang meluncurkan rudal balistik menuju wilayah Madinah, Arab Saudi. Keempat negara tersebut menyatakan solidaritas penuh kepada Riyadh di tengah eskalasi ketegangan di kawasan, menyusul keberhasilan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam menetralkan ancaman tersebut. Insiden ini menyoroti kembali dinamika keamanan regional yang kompleks, di mana upaya serangan lintas negara dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap norma-norma internasional.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan oleh Houthi. Dalam operasi yang sama, koalisi juga mencatat keberhasilan menembak jatuh satu unit drone Houthi di Provinsi Timur Arab Saudi. Respons cepat dari sistem pertahanan ini dinilai krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di kota suci yang menjadi tujuan jutaan peziarah setiap tahunnya.

Kecaman Diplomatik dan Dugaan Pelanggaran Hukum Internasional

Reaksi diplomatik dari negara-negara tetangga Arab sangat cepat dan terukur. Kementerian Luar Negeri Qatar melabeli aksi tersebut sebagai provokasi terhadap umat Islam, ancaman nyata bagi warga sipil, serta pelanggaran kedaulatan Arab Saudi dan hukum internasional. Qatar memastikan dukungan penuh bagi Riyadh atas segala tindakan sah yang diambil untuk melindungi integritas wilayah dan keamanannya. Kuwait turut menyuarakan kecaman serupa, menegaskan bahwa serangan ini melanggar hukum humaniter internasional, serta mendukung langkah-langkah preventif yang dilakukan Arab Saudi untuk menjamin keselamatan penduduk dan warga negara.

Sementara itu, perspektif keagamaan dan kemanusiaan turut menjadi sorotan utama dalam pernyataan resmi.

  • Bahrain menilai penargetan Madinah mengancam keselamatan pengunjung Masjid Nabawi dan mencederai kesucian tempat-tempat suci umat Islam, sehingga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas.
  • Yordania menyebut insiden ini sebagai provokasi terhadap umat Islam dan ancaman langsung bagi keamanan Arab Saudi, dengan Amman menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Riyadh dalam melindungi wilayah dan warganya.

Konteks Konflik Yaman dan Bantahan Kelompok Houthi

Dalam pernyataan resminya, kelompok Houthi membantah tuduhan bahwa mereka secara spesifik menargetkan Madinah, meskipun fakta peluncuran rudal ke arah tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak koalisi. Bantahan ini menambah lapisan kerumitan pada konflik yang telah berlangsung lama di Yaman. Sejak merebut ibu kota Sanaa pada September 2014, Houthi telah memicu perang saudara yang mengubah peta politik dan keamanan di semenanjung Arab.

Koalisi pimpinan Arab Saudi telah mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sejak Maret 2015, sebuah intervensi yang menjadi akar ketegangan berkepanjangan antara kedua belah pihak. Insiden rudal ke Madinah ini menjadi pengingat akan potensi destabilisasi yang terus mengintai kawasan, di mana perlindungan kota-kota suci tidak hanya menjadi isu keamanan militer, tetapi juga tanggung jawab moral dan diplomatik global yang menuntut respons tegas dari komunitas internasional.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ