Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Ekonomi Jabar Tembus 5,89 Persen, Melampaui Pertumbuhan Nasional di Triwulan III-2026

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Ekonomi Jabar Tembus 5,89 Persen, Melampaui Pertumbuhan Nasional di Triwulan III-2026
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) pada triwulan III 2026 mencatatkan prestasi signifikan dengan melampaui rata-rata nasional.
  • Tercatat, ekonomi Jabar tumbuh sebesar 5,89 persen secara tahunan, sebuah angka yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,47 persen pada periode yang sama.
  • Kinerja positif ini menegaskan peran strategis Jabar sebagai salah satu mesin penggerak utama perekonomian Indonesia di tengah dinamika global.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) pada triwulan III 2026 mencatatkan prestasi signifikan dengan melampaui rata-rata nasional. Tercatat, ekonomi Jabar tumbuh sebesar 5,89 persen secara tahunan, sebuah angka yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,47 persen pada periode yang sama. Kinerja positif ini menegaskan peran strategis Jabar sebagai salah satu mesin penggerak utama perekonomian Indonesia di tengah dinamika global.

Margaretha Ari Anggorowati, Kepala BPS Jabar, menjelaskan bahwa akselerasi pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja solid dari berbagai lapangan usaha dominan. Data BPS menunjukkan bahwa sektor-sektor strategis seperti konstruksi dan industri pengolahan memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi provinsi tersebut.

Kinerja Sektor Dominan dan Pendorong Pertumbuhan

Secara spesifik, sektor Konstruksi menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan 9,10 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan yang tumbuh 4,98 persen, dan sektor Perdagangan yang naik 4,13 persen. Di sisi lain, beberapa sektor lain juga mencatatkan lonjakan pertumbuhan yang signifikan, menandakan diversifikasi ekonomi yang sehat. Rincian pertumbuhan sektor-sektor dengan performa menonjol tersebut meliputi:

  • Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum: tumbuh 14,54 persen
  • Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib: tumbuh 14,46 persen
  • Transportasi dan Pergudangan: tumbuh 13,61 persen
  • Jasa Lainnya: tumbuh 12,18 persen

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pemulihan sektor jasa, khususnya pariwisata dan logistik, berjalan dengan baik dan menjadi katalisator baru bagi ekonomi Jabar.

Dinamika Sisi Pengeluaran dan Kontraksi Ekspor

Dari sisi pengeluaran, Margaretha mengungkapkan bahwa pertumbuhan tertinggi didorong oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang melonjak hingga 28,34 persen. Lonjakan ini diikuti oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 8,85 persen serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,66 persen. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan 5,93 persen.

Menariknya, meskipun ekspor barang dan jasa tumbuh 3,02 persen, komponen impor barang dan jasa tumbuh lebih cepat, yakni 6,11 persen. Akibatnya, secara net ekspor mengalami kontraksi sebesar 7,73 persen. Data ini dirilis dalam kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar pada Kamis (5/11), menyoroti bahwa permintaan domestik, khususnya belanja pemerintah, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jabar di triwulan ketiga tahun ini.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ