Bupati Karimun Iskandarsyah: Selat Malaka Jadi Lokomotif Ekonomi RI, Sasar Target Pertumbuhan 8 Persen
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Bupati Karimun Iskandarsyah menegaskan komitmen daerahnya untuk mengoptimalkan potensi maritim strategis di kawasan Selat Malaka sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
- Ia mengkritisi dominasi pemanfaatan jalur pelayaran strategis tersebut oleh negara tetangga.
- "Selama ini hanya Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan posisi Selat Malaka.
Bupati Karimun Iskandarsyah menegaskan komitmen daerahnya untuk mengoptimalkan potensi maritim strategis di kawasan Selat Malaka sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pernyataan yang disampaikannya saat ditemui di sela CNN Indonesia Awards 2026 pada Jumat (6/11), Iskandarsyah menyoroti bahwa posisi geografis Karimun yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menyimpan peluang besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia.
Ia mengkritisi dominasi pemanfaatan jalur pelayaran strategis tersebut oleh negara tetangga. "Selama ini hanya Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan posisi Selat Malaka. Perang di Selat Hormuz kemarin mengajarkan kita bahwa ternyata di Selat Malaka punya potensi yang luar biasa," ujar Iskandarsyah. Pernyataan ini menegaskan urgensi Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam rantai pasok perdagangan internasional yang melintasi selat tersibuk di dunia tersebut.
Strategi Ekonomi Biru dan Pengakuan Prestasi Nasional
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Karimun tengah mendorong pengembangan ekonomi biru atau blue economy. Program strategis ini mencakup pengelolaan kawasan pesisir dan hutan mangrove melalui kegiatan budidaya yang tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. Iskandarsyah menyatakan bahwa penghargaan CNN Indonesia Awards 2026 yang diraih Pemkab Karimun menjadi motivasi serta pengakuan atas upaya pengembangan investasi di sektor maritim dan wilayah kepulauan tersebut.
Upaya pengembangan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada diversifikasi sumber pendapatan daerah. Dengan memanfaatkan jalur pelayaran strategis, Karimun diharapkan dapat menjadi hub logistik dan perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi lintas negara, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor konvensional.
Menghubungkan Kesejahteraan Perbatasan dengan Ketahanan Nasional
Iskandarsyah mengaitkan ambisi ekonomi daerah ini dengan target nasional, yakni pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029 sesuai dengan Asta Cita Presiden. "Kami yakin Karimun kalau kita betul-betul kerja sama penuh dengan semangat, kita yakin kita menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya. Ia optimis bahwa kontribusi dari wilayah perbatasan akan menjadi bagian integral dari pencapaian target makro ekonomi nasional tersebut.
Lebih jauh, Bupati Karimun menekankan bahwa penguatan ekonomi di wilayah perbatasan adalah kunci ketahanan nasional. "Karimun adalah daerah perbatasan negara. Kita harus menjaga kedaulatan negara. Menjaganya seperti apa? Bukan hanya security tapi juga prosperity. Kemakmuran dan kesejahteraan," ujarnya. Ia menutup dengan keyakinan bahwa kekuatan ekonomi Karimun akan memperkuat fondasi NKRI, membuktikan bahwa stabilitas keamanan dan kesejahteraan ekonomi berjalan beriringan di garis depan pertahanan negara.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Kemenbud Jadwalkan Penganugerahan Maestro Seni pada Desember 2026

Mendagri Tito Karnavian Perintahkan Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Akurasi Bansos

Dewan Pers Dorong Skema Hibrid LMK-B2B untuk Jamin Hak Ekonomi Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
