BSI Restui Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Lonjakan CAR ke 23,31% dan Status KBMI 4
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Dana segar hasil penerbitan saham baru ini akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float .
- Dengan meningkatkan partisipasi investor institusi maupun global, BSI berharap dapat menarik aliran investasi portofolio asing ( foreign portfolio inflow ) yang signifikan.
- Lonjakan Kebutuhan Modal dan Target Rasio CAR 23,31% Di balik ambisi penguatan kapital, BSI menghadapi eskalasi kebutuhan permodalan yang tinggi seiring pengembangan bisnis.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) secara resmi menyetujui pelaksanaan rights issue sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (6/11). Dana segar hasil penerbitan saham baru ini akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float. Langkah strategis ini diinisiasi untuk memperkokoh fundamental bisnis BSI di tengah dinamika perekonomian global yang menantang, guna memastikan ketahanan usaha dan kapasitas pertumbuhan perbankan syariah terbesar di Indonesia.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II ini bukan sekadar ekspansi, melainkan katalisator untuk memperluas basis investor. Dengan meningkatkan partisipasi investor institusi maupun global, BSI berharap dapat menarik aliran investasi portofolio asing (foreign portfolio inflow) yang signifikan. Peningkatan free float diproyeksikan juga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham, sehingga BSI lebih berpeluang memenuhi kriteria konstituen indeks saham global yang menuntut tingkat kepemilikan publik yang memadai.
Lonjakan Kebutuhan Modal dan Target Rasio CAR 23,31%
Di balik ambisi penguatan kapital, BSI menghadapi eskalasi kebutuhan permodalan yang tinggi seiring pengembangan bisnis. Secara spesifik, proyeksi kebutuhan modal perseroan diprediksi melonjak dari Rp51,07 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027. Untuk mengakomodasi kebutuhan ini, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BSI diproyeksikan naik signifikan dari 20,38 persen menjadi 23,31 persen. Struktur permodalan yang lebih tebal ini merupakan prasyarat mutlak bagi bank untuk menjaga capital buffer atau bantalan modal yang memadai, sehingga mampu menyerap risiko ekonomi sekaligus mendukung ekspansi penyaluran pembiayaan secara berkelanjutan.
- Kebutuhan modal 2026: Rp51,07 triliun
- Kebutuhan modal 2027: Rp64,41 triliun
- Proyeksi CAR 2026: 20,38%
- Proyeksi CAR 2027: 23,31%
- Porsi free float saat ini: 9,9%
Ambisi Menjadi Satu-Satunya Bank Syariah KBMI 4
Langkah rights issue ini merupakan penanda awal BSI menuju kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4. Apabila target tercapai, BSI akan mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya bank syariah di Indonesia yang masuk dalam kategori KBMI 4, sebuah tonggak penting yang akan mengubah lanskap industri perbankan syariah nasional. Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa penguatan kapasitas permodalan ini akan mendukung perseroan untuk terus memperkuat ekosistem keuangan syariah dan memperluas penyaluran pembiayaan. Dengan fundamental yang lebih kokoh, BSI optimis dapat menjaga pertumbuhan sehat, meningkatkan daya saing, serta memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional secara jangka panjang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BEI Gerus Praktik Dikuas: Tiga Emiten Dicari, CASA Tembus Kontribusi 98%

Bahlil Lahadalia Raih CNN Indonesia Awards 2026, Wujudkan Proyek Hilirisasi senilai Rp180 Triliun

Mentan Amran Sulaiman Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Kementan
