Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bobby Rasyidin Batalkan Impor KRL Bekas Jepang, Tekankan Dukungan Penuh untuk Industri Dalam Negeri

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Bobby Rasyidin Batalkan Impor KRL Bekas Jepang, Tekankan Dukungan Penuh untuk Industri Dalam Negeri
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin , secara resmi membatalkan rencana impor rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang.
  • Pokoknya buat rakyat harus yang baru," tegas Bobby saat memberikan pernyataan di Istana Negara pada Kamis (5/11/2026).
  • Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pengadaan armada yang lebih luas, di mana KAI saat ini membutuhkan total 23 trainset baru untuk memenuhi kebutuhan operasional yang terus meningkat.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, secara resmi membatalkan rencana impor rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Keputusan strategis ini diambil untuk memperkuat dukungan terhadap industri manufaktur dalam negeri, memastikan bahwa layanan transportasi massal yang dinikmati masyarakat menggunakan armada yang benar-benar baru. "Nggak ada, kita nggak ngimpor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru," tegas Bobby saat memberikan pernyataan di Istana Negara pada Kamis (5/11/2026).

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pengadaan armada yang lebih luas, di mana KAI saat ini membutuhkan total 23 trainset baru untuk memenuhi kebutuhan operasional yang terus meningkat. Bobby menjelaskan bahwa separuh dari kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui produksi dalam negeri, dengan penekanan khusus pada kolaborasi dengan produsen lokal untuk menjamin kualitas dan ketersediaan suku cadang di masa depan.

Kolaborasi Strategis dengan INKA dan Syarat Kerja Sama Asing

Dalam mekanisme pemenuhan kebutuhan ini, KAI menunjuk PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sebagai mitra utama untuk memproduksi sebagian besar armada. Bobby menegaskan komitmen perusahaan untuk wajib mendukung industri dalam negeri sebagai prioritas utama. Namun demikian, ia juga membuka peluang bagi pihak asing untuk terlibat, asalkan mereka bekerja sama dengan produsen dalam negeri. "Yang dari Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri," ujar Bobby, mengisyaratkan model kerja sama yang saling menguntungkan dan transfer teknologi, bukan sekadar impor jadi.

Proses pengadaan ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan. Dari total kebutuhan 23 trainset, terdapat prioritas khusus pada 8 rangkaian KRL yang bersifat urgent atau mendesak untuk segera dipenuhi guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan pembaruan armada yang sudah tua. "Banyak (kebutuhan), jadi ada 8 yang urgent, kemudian total 23 trainset. Kita akan percepat 2 sampai 3 tahun. 23 trainset baru," tuturnya.

Implikasi Kebijakan terhadap Ekonomi dan Layanan Publik

Pembatalan impor bekas dan pergeseran fokus ke produksi dalam negeri memiliki implikasi ganda. Pertama, langkah ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi lokal melalui rantai pasok industri kereta api nasional. Kedua, penggunaan armada baru secara signifikan akan meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi layanan KRL bagi jutaan penumpang setiap harinya. Dengan percepatan pengadaan 23 trainset baru dalam waktu singkat, KAI menunjukkan keseriusannya dalam modernisasi infrastruktur transportasi publik Indonesia, menjauhkan diri dari praktik pengadaan armada bekas yang sering kali menimbulkan kontroversi terkait keselamatan dan umur pakai teknis.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ