Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bapanas Percepat Distribusi SPHP 200 Ribu Ton untuk Redam Lonjakan Harga Beras di Zona 2 dan 3

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Terkini
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Bapanas Percepat Distribusi SPHP 200 Ribu Ton untuk Redam Lonjakan Harga Beras di Zona 2 dan 3
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah strategis dengan mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan.
  • Kebijakan ini diintensifkan guna meredam kenaikan harga beras premium dan medium yang terjadi di zona 2 dan 3, memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
  • Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan , menegaskan langkah ini merupakan respons langsung terhadap dinamika pasar di wilayah-wilayah tersebut.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah strategis dengan mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan. Kebijakan ini diintensifkan guna meredam kenaikan harga beras premium dan medium yang terjadi di zona 2 dan 3, memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat luas. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menegaskan langkah ini merupakan respons langsung terhadap dinamika pasar di wilayah-wilayah tersebut.

Hermawan menjelaskan bahwa pemetaan zonasi pangan nasional membagi Indonesia menjadi tiga area. Zona 1 mencakup Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi yang kondisinya cenderung aman. Sebaliknya, zona 2 meliputi Sumatra (selain Lampung dan Sumsel), NTT, dan Kalimantan, sementara zona 3 mencakup Maluku dan Papua. "Harga beras premium dan medium di zona 2 dan zona 3 semuanya naik, sedangkan di zona 1 cenderung aman," ujar Hermawan di Jakarta, Jumat. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri di 38 provinsi untuk bergerak bersama Perum Bulog dalam mempercepat penyaluran.

Realisasi Target dan Proyeksi Stok Nasional

Bapanas memiliki modal kuat untuk melakukan intervensi pasar karena stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog diproyeksikan mencapai 3,8 juta ton hingga akhir 2026. Secara rinci, penugasan pertama SPHP sebesar 828 ribu ton sejak Maret telah 100 persen direalisasikan Bulog hingga minggu keempat September 2026. Untuk penugasan tambahan baru yang diterbitkan akhir September hingga tengah Oktober dengan total 200 ribu ton, realisasinya per 5 November telah menyentuh 155,3 ribu ton atau 77,6 persen. Sementara itu, program bantuan pangan beras periode Oktober-Desember ditargetkan mulai disalurkan pada bulan November ini.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok pangan nasional tetap aman. "Beras harus terus dijaga kestabilannya. Kondisi global saat ini siaga waspada, namun Indonesia insya Allah aman. Pangan kita kuat, apalagi stok beras tertinggi sepanjang sejarah," kata Amran. Ia menambahkan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo, stok akan disalurkan untuk kepentingan masyarakat melalui SPHP, bantuan pangan, dan program lainnya.

Implikasi Kebijakan dan Pemantauan Harga

Langkah percepatan ini diharapkan dapat menstabilkan kembali harga pasar. Bapanas mencatat hasil pemantauan rata-rata harga beras secara nasional per 5 November 2026 sebagai berikut:

  • Beras Premium: Rp16.214 per kilogram (kg)
  • Beras Medium: Rp13.715 per kg

Angka tersebut merupakan nilai tengah dari harga di ketiga zonasi. Dengan kolaborasi antara Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah, pemerintah berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang paling membutuhkan di tengah fluktuasi harga pangan global.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ