Bakti BCA Identifikasi 19 Individu Macan Tutul Jawa Lewat 160 Kamera Pengintai di TNBTS
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Menurut Hera F Haryn , EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, pelestarian Macan Tutul Jawa tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga ekosistem hutan secara menyeluruh.
- Hasil Analisis Data Kamera dan Sampel DNA Berdasarkan hasil analisis data yang dikumpulkan hingga Agustus 2026, tim peneliti berhasil mengidentifikasi 19 individu Macan Tutul Jawa di wilayah TNBTS.
- Rincian populasi tersebut terdiri dari 7 jantan, 10 betina, dan 2 anakan.
Konservasi predator endemik Pulau Jawa memasuki fase baru melalui kolaborasi strategis antara Bakti BCA, Kementerian Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), dan Yayasan SINTAS Indonesia. Inisiatif ini memanfaatkan 160 kamera pengintai untuk memetakan sebaran wilayah jelajah serta ketersediaan mangsa alami Macan Tutul Jawa, sebuah langkah krusial mengingat ancaman nyata terhadap kelangsungan hidup satwa langka tersebut.
Menurut Hera F Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, pelestarian Macan Tutul Jawa tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga ekosistem hutan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional menjadi momentum tepat untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap satwa yang keberadaannya merupakan indikator vital kesehatan hutan sebagai penyangga tata air dan keanekaragaman hayati.
Hasil Analisis Data Kamera dan Sampel DNA
Berdasarkan hasil analisis data yang dikumpulkan hingga Agustus 2026, tim peneliti berhasil mengidentifikasi 19 individu Macan Tutul Jawa di wilayah TNBTS. Rincian populasi tersebut terdiri dari 7 jantan, 10 betina, dan 2 anakan. Sepanjang periode pemantauan Januari 2024 hingga Agustus 2026, aktivitas satwa ini terdeteksi di 46 stasiun kamera pengintai, atau setara dengan 58 persen dari seluruh titik pemantauan, dengan konsentrasi tertinggi di kawasan hutan yang relatif terjaga. Selain data visual, tim juga mengumpulkan 44 sampel kotoran (scat) untuk pemeriksaan DNA guna melengkapi data ilmiah.
Ummi Farikhah, Field Coordinator Java-Wide Leopard Survey (JWLS) Region Timur, menambahkan bahwa survei ini juga mendokumentasikan keberadaan 46 jenis satwa di Bromo Tengger Semeru. Dari jumlah tersebut, 26 jenis diidentifikasi sebagai satwa mangsa potensial bagi Macan Tutul Jawa. Ketersediaan rantai pakan alami ini dinilai menjadi harapan besar bagi kelangsungan hidup predator puncak tersebut.
Strategi Perlindungan Habitat dan Mitigasi Konflik
Untuk memastikan keberlanjutan populasi, Ummi menekankan pentingnya perlindungan dan pemulihan habitat secara berkelanjutan. Langkah-langkah strategis yang diperlukan meliputi pemantauan populasi secara berkala, penguatan konektivitas antarhabitat, serta peningkatan kapasitas pengelola kawasan dalam menangani konflik antara manusia dan macan tutul. Bakti BCA menyatakan dukungannya terhadap kajian ilmiah ini melalui pilar Bakti Lingkungan, guna memastikan setiap intervensi konservasi bertumpu pada data akurat dan kondisi lapangan yang riil.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Dubes Azerbaijan Apresiasi Dukungan Jangka Panjang Indonesia atas Kedaulatan di Perang Patriotik

APP Perkuat Ekspansi Produk Kertas Hijau di CIIE ke-9, Luncurkan Foopak Baking Paper

Kebakaran Restoran Solaria di Blok M Square: Dugaan Kebocoran Gas Luka-lukai 4 Karyawan
