Andalan Artha Targetkan Rp316 Miliar Lewat IPO di BEI, Fokus Lunasi Utang dan Operasional

- Perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.676.000.000 saham baru bernilai nominal Rp10, yang setara dengan 25,10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.
- Untuk memuluskan aksi korporasi ini, ANDA menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai penjamin emisi efek dengan komitmen penuh (*full commitment*) atas sisa saham yang tidak terserap publik.
- Tidak hanya penjualan saham biasa, emiten ini juga bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 239.429.000 Waran Seri I secara cuma-cuma.
PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), emiten kontraktor jasa pertambangan, resmi mengumumkan rencana pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menargetkan penggalangan dana hingga Rp316,76 miliar. Perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.676.000.000 saham baru bernilai nominal Rp10, yang setara dengan 25,10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Melalui prospektus yang dirilis, perusahaan menawarkan rentang harga saham di kisaran Rp158 hingga Rp189 per lembar, menandai langkah strategis ANDA dalam memperkuat struktur permodalan di tengah kompleksitas industri pertambangan nasional.
Untuk memuluskan aksi korporasi ini, ANDA menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai penjamin emisi efek dengan komitmen penuh (*full commitment*) atas sisa saham yang tidak terserap publik. Tidak hanya penjualan saham biasa, emiten ini juga bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 239.429.000 Waran Seri I secara cuma-cuma. Mekanisme penerbitannya menetapkan setiap 7 saham baru hasil IPO akan mendapat 1 Waran Seri I, yang kemudian dapat digunakan untuk membeli satu saham biasa pada harga pelaksanaan Rp695. Jika seluruh waran ini kelak dieksekusi, estimasi tambahan dana segar yang bisa diterima perseroan tercatat mencapai Rp166,40 miliar, dengan jendela pelaksanaan mulai 1 Juni 2027 hingga 1 Desember 2028.
Alokasi Dana IPO: Lunasi Pinjaman Bank dan Optimalkan Operasional
Fokus utama dari dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi tertuju pada restrukturisasi pendanaan. Sekitar 35 persen dari total dana, atau tepatnya Rp107,01 miliar, dialokasikan secara spesifik untuk pelunasan kewajiban utang perusahaan. Di antara utang yang dilunasi tersebut, terdapat porsi sebesar 13,74 persen (Rp42,00 miliar) yang ditargetkan untuk membayar sebagian pokok pinjaman atas fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk mengurangi beban bunga dan memperbaiki rasio keuangan perusahaan sebelum bertransformasi menjadi entitas publik.
Sementara itu, sisa dana sekitar 65 persen akan diarahkan untuk memupuk modal kerja operasional perusahaan. Alokasi ini tidak lepas dari kebutuhan krusial industri pertambangan di mana rantai pasok yang efisien merupakan kunci utama produktivitas. Melalui skema pembelian (*purchase order*), dana tersebut bakal digunakan untuk membiayai pengadaan suku cadang alat berat, pelumas, ban truk, hingga bahan bakar. Pendanaan ini juga diperluas untuk menjamin ketersediaan upah, tunjangan, dan fasilitas penunjang bagi tenaga kerja yang beroperasi di lapangan, menjamin keberlangsungan proyek secara jangka panjang.
Rundungan Jadwal dan Prospek Penjualan di Pasar Modal
Proses IPO ANDA akan dimulai dengan masa penawaran awal yang berlangsung pada 5 hingga 17 November 2026, di mana perusahaan akan berinteraksi dengan investor institusi. Pernyataan pendaftaran dijadwalkan menjadi efektif pada 23 November 2026, yang segera dilanjutkan dengan masa penawaran umum bagi investor publik pada 24 hingga 27 November 2026. Tanggal penjatahan (*booking order*) ditetapkan pada 27 November 2026, dan pada 30 November 2026 seluruh proses distribusi saham secara elektronik serta pengembalian uang pemesanan akan dieksekusi. Pencatatan resmi saham ANDA di papan perdagangan BEI bakal direalisasikan pada 1 Desember 2026. Terkait instrumen derivatifnya, Waran Seri I dijadwalkan diperdagangkan di pasar reguler dan negosiasi mulai 1 Desember 2026 hingga 29 November 2028, sementara di pasar tunai diperpanjang hingga 30 November 2028, memberi ruang likuiditas yang cukup panjang bagi para pemegangnya.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Mantan Agen FBI Akui Curi Hampir $2,5 Juta Kripto untuk Beli Viniyard di Portugal

Pemerintah Siapkan Skema WFH/WFA untuk Urai Kemacetan Nataru 2026-2027

Paradoks Industri Pertahanan: Lonjakan Drone Tak Menyingkirkan Tank dan Jet Tempur
