Skor IRN Lompat ke 50,1, UMY Naik 162 Peringkat di QS Asia 2027 Berkat Jejaring Riset Nyata
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Slamet Riyadi , Wakil Rektor UMY Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Digital, menegaskan bahwa strategi ini adalah kunci penguatan reputasi.
- Trajeftori Peningkatan Skor dan Komitmen Kolaborasi Komitmen implementatif ini tecermin dari lonjakan historis skor IRN UMY.
- Jika pada periode 2021โ2024 skor IRN hanya berkisar di angka 1,1 hingga 2,0, tren pertumbuhan dimulai secara konsisten dengan capaian 5,9 pada 2025 dan 29,0 pada 2026.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat lompatan signifikan dalam lanskap akademik global setelah skor International Research Network (IRN)-nya melonjak tajam dari 29,0 menjadi 50,1 pada edisi QS World University Rankings: Asia 2027. Peningkatan ini menjadi katalis utama bagi UMY untuk melesat 162 peringkat, dari posisi ke-526 di edisi 2026 menjadi ke-364 di Asia, berkat transformasi dari kolaborasi administratif menjadi kerja sama riset yang berdampak nyata.
Prof. Slamet Riyadi, Wakil Rektor UMY Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Digital, menegaskan bahwa strategi ini adalah kunci penguatan reputasi. Ia menggarisbawahi bahwa setiap dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh UMY tidak boleh berhenti sebagai formalitas, melainkan harus ditindaklanjuti dengan aksi akademis yang terukur dan berkelanjutan melalui skema kegiatan konkret dan Memorandum of Agreement (MoA) yang implementatif.
Trajeftori Peningkatan Skor dan Komitmen Kolaborasi
Komitmen implementatif ini tecermin dari lonjakan historis skor IRN UMY. Jika pada periode 2021โ2024 skor IRN hanya berkisar di angka 1,1 hingga 2,0, tren pertumbuhan dimulai secara konsisten dengan capaian 5,9 pada 2025 dan 29,0 pada 2026. Implementasi konkret tersebut kini merambah ke berbagai dimensi akademis, yang meliputi:
- Penelitian kolaboratif lintas negara yang intensif.
- Publikasi ilmiah bersama dengan mitra institusi luar negeri.
- Mobilitas akademik bagi dosen dan mahasiswa.
- Keterlibatan langsung akademisi internasional dalam kegiatan rutin di UMY.
Menurut Slamet, indikator IRN yang memiliki bobot 10 persen dalam metodologi QS Asia ini mengukur kekuatan serta keberagaman jejaring kolaborasi riset internasional. Dengan skor 50,1, indikator ini menyumbangkan kontribusi sebesar 5,01 poin, yang setara dengan 12,9 persen dari total skor keseluruhan UMY yang mencapai 39,0 poin pada pemeringkatan tahun ini.
Visi Globalisasi dan Rencana Perluasan Jejaring
Ke depannya, UMY berencana memperluas sebaran kemitraan riset agar tidak terfokus pada satu wilayah tertentu, dengan tujuan mengoptimalkan kehadiran akademisi internasional untuk menghasilkan karya ilmiah yang berdampak tinggi. Slamet menekankan bahwa reputasi akademis internasional dibangun melalui konsistensi interaksi riset yang bertahap.
Peningkatan peringkat ini diharapkan dapat memacu visibilitas UMY di tingkat global dan membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas. UMY menargetkan penguatan kontribusi keilmuan para dosen dan peneliti pada forum-forum internasional, mengubah capaian akademik menjadi daya tawar yang semakin kuat di kancah pendidikan tinggi Asia.
BERITA TERKAIT (Pendidikan)

Gubernur Mahyeldi Resmikan SMK N 1 Sasak Ranah Pasisia: Solusi Mitigasi Banjir dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kemendikdasmen Buka Kembali Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Mulai 2027/2028

Gubernur DKI Jakarta Janji Revitalisasi Sekolah Tanah Abang dan Percepat Penambahan Sekolah Swasta Gratis
