Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kericuhan Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie: 1 Warga Tewas, 13 Luka, TNI Klaim Situasi Kondusif

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: Detik News & CNN Nasional & Detik News
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Kericuhan Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie: 1 Warga Tewas, 13 Luka, TNI Klaim Situasi Kondusif
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Penertiban Bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Aceh, berujung pada peristiwa tragis yang menewaskan satu warga dan melukai belasan lainnya.
  • Konflik memanas ketika upaya persuasi tidak mencapai kesepakatan.
  • Situasi berubah drastis saat terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI, serta temuan sejumlah orang membawa senjata tajam.

Penertiban Bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Aceh, berujung pada peristiwa tragis yang menewaskan satu warga dan melukai belasan lainnya. Insiden ini terjadi saat TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait menurunkan bendera tersebut yang dikibarkan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, pada Rabu (4/11). Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono, menegaskan bahwa langkah persuasif dan mediasi telah diupayakan sebelumnya, namun gagal karena panitia penyelenggara bersikeras mempertahankan pengibaran bendera tersebut.

Konflik memanas ketika upaya persuasi tidak mencapai kesepakatan. Situasi berubah drastis saat terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI, serta temuan sejumlah orang membawa senjata tajam. Sebagai respons atas ancaman keselamatan personel, TNI melakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan menembakkan munisi hampa dan karet. Setelah massa membubarkan diri, bendera tersebut akhirnya diturunkan oleh aparat.

Korban Jiwa dan Dugaan Pelanggaran Prosedur

Peristiwa ini memakan korban jiwa yang signifikan. Data resmi mencatat 14 warga menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan 13 orang terluka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, yang jenazahnya dimakamkan pada Kamis (5/11) dini hari. Saksi mata, Amran, mengklaim tembakan aparat diarahkan ke kerumunan warga yang mengadang, bukan ke udara, yang menyebabkan banyak korban luka. Sementara itu, Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami informasi tersebut.

Beberapa nama korban luka yang dirawat di RSUD Tgk Abdullah Syafii antara lain:

  • Basri (46 tahun)
  • Muhammad (48 tahun)
  • Musliadi (40 tahun)
  • Darul Kamal (52 tahun)
  • Juanda (62 tahun)
  • Mutia (38 tahun)

Situasi Kondusif dan Langkah Antisipasi Lanjutan

TNI AD menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya warga tersebut dan berharap seluruh korban luka segera pulih. Hingga Kamis (5/11) pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari dilaporkan telah kembali kondusif. Personel TNI tetap melaksanakan pemantauan ketat dan koordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di sisi lain, TNI juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan "Syiar Aceh Merdeka" di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi'i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru. Patroli dan komunikasi sosial intensif dilakukan oleh personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk mencegah potensi kerawanan serupa di wilayah tersebut.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ