Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gubernur DKI Pramono Anung Antisipasi Hujan Ekstrem Februari 2027, Normalisasi Sungai Jadi Fokus Utama

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gubernur DKI Pramono Anung Antisipasi Hujan Ekstrem Februari 2027, Normalisasi Sungai Jadi Fokus Utama
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi curah hujan ekstrem yang diprakirakan terjadi pada Februari 2027 .
  • Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mitigasi dan antisipasi kesiapsiagaan musim hujan di Balai Kota, Kamis.
  • Berdasarkan laporan resmi BMKG , Jakarta diproyeksikan menghadapi volume hujan tertinggi dalam siklus tahunan, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir besar di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi curah hujan ekstrem yang diprakirakan terjadi pada Februari 2027. Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mitigasi dan antisipasi kesiapsiagaan musim hujan di Balai Kota, Kamis. Berdasarkan laporan resmi BMKG, Jakarta diproyeksikan menghadapi volume hujan tertinggi dalam siklus tahunan, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir besar di ibu kota.

Pramono menjelaskan anomali cuaca ini didorong oleh fenomena El Nino. Kondisi tersebut mengubah pola hujan yang normalnya berlangsung dari akhir Oktober hingga Maret menjadi lebih menyempit dalam durasi, namun volumenya tetap signifikan. "Karena curah hujannya ekstrem, yang harusnya tanpa El Nino mulai hujan bulan akhir Oktober atau awal Oktober sampai Maret sudah tidak ada hujan, tapi karena ada El Nino, maka curah hujannya menjadi menyempit, tapi volumenya sama," jelas Pramono. Rapat rinci tersebut pun digelar untuk memetakan tugas dan dukungan spesifik dari seluruh pemangku kepentingan institusi di Jakarta.

Kolaborasi Institusional dan Peran Kejati dalam Normalisasi Sungai

Untuk menanggulangi dampak potensi banjir, strategi mitigasi difokuskan pada pembenahan infrastruktur hidrologi, termasuk normalisasi sungai dan pengendalian genangan. Dalam konteks penegakan hukum dan percepatan proyek, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta dikonfirmasi akan memberikan pendampingan dalam proses normalisasi beberapa sungai di ibu kota. Keterlibatan lembaga penegak hukum ini bertujuan untuk memastikan kelancaran legalitas dan akselerasi proyek, di tengah tantangan birokrasi yang sering menghambat upaya penataan tata kota.

Harapan Kesiapsiagaan dan Antisipasi Banjir Besar

Pramono mengapresiasi keterbukaan dan rasa saling mendukung yang terjalin antarpihak, yang dianggap krusial untuk meningkatkan resiliensi kota. Ia berharap sinergi ini dapat membuat DKI Jakarta semakin siap menghadapi potensi ancaman banjir besar di awal atau pertengahan tahun depan. "Hal ini dapat membuat DKI Jakarta semakin siap menghadapi potensi tersebut," harapnya. Dengan pendekatan terintegrasi antara data cuaca BMKG, koordinasi Forkopimda, dan intervensi infrastruktur, pemerintah Jakarta berupaya meminimalkan risiko banjir ekologis dan sosial yang dapat merugikan masyarakat luas di 2027.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ