AI Kini Bisa Deteksi Potensi Gangguan Sistem IT Sebelum Layanan Terganggu

- Infrastruktur digital yang kompleks ini mencakup kombinasi antara on-premise , cloud , network , aplikasi, dan berbagai perangkat lainnya.
- Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan kemampuan pemantauan infrastruktur secara menyeluruh untuk menghindari gangguan layanan yang dapat berdampak terhadap pendapatan, reputasi, hingga kepercayaan pelanggan.
- Sementara itu, 45 persen responden mengidentifikasi ketergantungan antarsistem sebagai salah satu tantangan utama dalam pengelolaan infrastruktur.
Perusahaan kini dapat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi gangguan infrastruktur teknologi informasi (IT) lebih awal, sebelum masalah tersebut berdampak pada operasional dan layanan digital. Menurut CEO PT Helios Informatika Nusantara (Helios) Royani Lo, semakin kompleksnya infrastruktur digital membuat perusahaan perlu memiliki kemampuan untuk mengenali anomali, bukan sekadar memantau kondisi sistem IT.
Infrastruktur digital yang kompleks ini mencakup kombinasi antara on-premise, cloud, network, aplikasi, dan berbagai perangkat lainnya. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan kemampuan pemantauan infrastruktur secara menyeluruh untuk menghindari gangguan layanan yang dapat berdampak terhadap pendapatan, reputasi, hingga kepercayaan pelanggan.
Kronologi Pengembangan Teknologi AI untuk Sistem IT
Survei global Deloitte's 2026 Future of Infrastructure menunjukkan bahwa sebanyak 69 persen pemimpin memperkirakan kebutuhan terhadap infrastruktur cerdas dan saling terhubung akan terus meningkat. Sementara itu, 45 persen responden mengidentifikasi ketergantungan antarsistem sebagai salah satu tantangan utama dalam pengelolaan infrastruktur.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Helios menggandeng perusahaan teknologi asal India, Motadata, guna menghadirkan solusi pemantauan dan pengelolaan layanan IT berbasis AI di Indonesia. Kemitraan ini menghadirkan dua platform, yakni Motadata ObserveOps dan Motadata ServiceOps, yang memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi.
Dampak dan Langkah Lanjutan
Motadata ObserveOps menggunakan AI untuk membantu tim IT memantau kondisi infrastruktur, jaringan, dan aplikasi, sekaligus menganalisis informasi dari berbagai sumber. Sementara itu, Motadata ServiceOps merupakan platform pengelolaan layanan IT yang mengotomatisasi sejumlah proses, mulai dari penanganan insiden, pengelolaan perubahan sistem, hingga pemantauan aset dan konfigurasi.
CEO Motadata Amit Singhala mengatakan bahwa perusahaan di Indonesia kini mengoperasikan semakin banyak sistem yang tersebar di berbagai lokasi, sehingga membutuhkan pemantauan yang terintegrasi. Melalui kemitraan ini, Helios bertindak sebagai distributor bernilai tambah yang membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan, merencanakan implementasi, serta mengintegrasikan platform dengan infrastruktur IT yang sudah digunakan.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Hanyutnya Kerentanan AI: BSSN Siagakan Kolaborasi Deteksi Cepat untuk Amankan Ekosistem Digital Indonesia

Bose Luncurkan Earphone Kabel Berfitur Noise Cancelling, Harga Rp1,69 Juta

Hopcopter Generasi Kedua: Robot Terbang-Hopping yang Kini Mampu Menaklukkan Medan Ekstrem
