Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Produksi Panas Bumi Capai Rekor, PGEO Sinyalkan Dividen Stabil di Kisaran 50%

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Produksi Panas Bumi Capai Rekor, PGEO Sinyalkan Dividen Stabil di Kisaran 50%
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Berdasarkan anggaran dasar perseroan, rasio dividen PGEO berada di kisaran 50% .
  • Meskipun angka ini menjadi acuan utama, Fransetya menjelaskan bahwa realisasi akhirnya sangat bergantung pada arah kebijakan dari PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia .
  • "Dividend policy-nya sekitar 50%, tetapi keputusan ini akan di-roll up ke atas," ujar Fransetya.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi memberikan sinyal kuat kepada pasar mengenai besaran dividen tahun ini, menyusul pencapaian kinerja produksi energi yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dalam media briefing di Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/11/2026), Fransetya Hasudungan Hutabarat, Direktur Keuangan PGE, menegaskan bahwa kebijakan dividen perseroan tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh manajemen, melainkan harus melewati mekanisme persetujuan berjenjang hingga tingkat holding dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner), yaitu Danantara.

Berdasarkan anggaran dasar perseroan, rasio dividen PGEO berada di kisaran 50%. Meskipun angka ini menjadi acuan utama, Fransetya menjelaskan bahwa realisasi akhirnya sangat bergantung pada arah kebijakan dari PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia. "Dividend policy-nya sekitar 50%, tetapi keputusan ini akan di-roll up ke atas," ujar Fransetya. Hal ini menegaskan peran PGEO sebagai entitas penghasil kas (cash generating entity) yang wajib memberikan kontribusi optimal kepada grup induk dan entitas negara.

Mekanisme Persetujuan Berjenjang dan Peran PGEO

Fransetya merinci bahwa dengan adanya struktur kepemilikan baru yang melibatkan Danantara, proses persetujuan dividen menjadi lebih kompleks namun tetap transparan. Perseroan kini harus menyeimbangkan antara kewajiban memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan bisnis panas bumi di masa depan. "Kami mencari alternatif pembiayaan yang lebih optimal agar keekonomian proyek tetap terjaga," katanya. Hal ini menunjukkan bahwa PGEO tidak hanya fokus pada distribusi laba, tetapi juga pada keberlanjutan investasi infrastruktur energi terbarukan di Indonesia.

Untuk memberikan gambaran nyata, berikut adalah poin-poin kunci dari mekanisme dan komitmen perusahaan:

  • Dividen acuan berdasarkan anggaran dasar sebesar 50%.
  • Persetujuan akhir melalui mekanisme berjenjang dari PGE ke Pertamina hingga Danantara.
  • Komitmen menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan reinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

Rekor Produksi 4.114 GWh Dorong Optimisme Kinerja Kuartal III

Sinyal positif dividen ini sejalan dengan kinerja fundamental PGEO yang terus menguat. Pada kuartal III-2026, perusahaan membukukan laba bersih naik 21,45% secara tahunan menjadi US$126,62 juta atau setara Rp2,3 triliun. Pendapatan tercatat sebesar US$352,20 juta dengan pertumbuhan 10,46%, sementara EBITDA meningkat 15,58% menjadi US$287,77 juta. Posisi kas dan setara kas juga kuat di angka US$713,68 juta, didukung penurunan total liabilitas sebesar 3,37% menjadi US$955,55 juta.

Pencapaian puncak kinerja ditandai dengan produksi energi tertinggi (all-time high) sebesar 4.114 GWh, meningkat 9,86% sepanjang Januari-September 2026. Fransetya optimis tren ini akan berlanjut, mengingat rekam jejak pembagian dividen sebelumnya yang cenderung stabil. "Kami berharap investor merasa terpuaskan oleh performa kami. Mekanisme approval memang melibatkan pihak parent dan holding, tetapi arah pembagiannya kemungkinan besar mirip tahun lalu," pungkas Fransetya, menegaskan komitmen PGEO sebagai motor penggerak transisi energi nasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ