Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dampak Reklasifikasi MSCI: Saham PGE Tertekan, Namun Fundamental Bisnis Geothermal Tetap Kokoh

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Dampak Reklasifikasi MSCI: Saham PGE Tertekan, Namun Fundamental Bisnis Geothermal Tetap Kokoh
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pernyataan ini muncul di tengah guncangan pasar akibat usulan MSCI untuk menurunkan kelas pasar modal Indonesia dari status negara berkembang menjadi pasar mandiri (standalone market).
  • Kebijakan tersebut memicu aksi jual bersih investor asing secara masif, yang pada gilirannya memukul indeks dan saham individual, termasuk emiten sektor energi hijau seperti PGE.
  • Rekor Kinerja Operasional dan Keuangan PGE Ketangguhan fundamental PGE terbukti melalui capaian operasional yang mencetak rekor baru hingga kuartal ketiga 2026.

Direktur Utama PTPertaminaGeothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, menegaskan bahwa sentimen negatif dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia tidak menggerus fundamental bisnis maupun rencana pertumbuhan perusahaan di masa depan. Dalam acara Media Briefing Laporan Keuangan Kuartal III-2026 di Jakarta Pusat, Yani mengungkapkan bahwa saham PGE terkoreksi sekitar 8,89 persen sejak awal tahun, dengan harga ditutup di Rp965 atau turun 14,6 persen secara year-to-date (YTD) hingga akhir 2025.

Pernyataan ini muncul di tengah guncangan pasar akibat usulan MSCI untuk menurunkan kelas pasar modal Indonesia dari status negara berkembang menjadi pasar mandiri (standalone market). Kebijakan tersebut memicu aksi jual bersih investor asing secara masif, yang pada gilirannya memukul indeks dan saham individual, termasuk emiten sektor energi hijau seperti PGE.

Rekor Kinerja Operasional dan Keuangan PGE

Ketangguhan fundamental PGE terbukti melalui capaian operasional yang mencetak rekor baru hingga kuartal ketiga 2026. Perusahaan berhasil menjaga efisiensi tinggi di tengah fluktuasi pasar, dengan rincian kinerja sebagai berikut:

  • Pembangkitan listrik dari operasi sendiri (own-operation generation) mencapai 4.113 GWh, memenuhi 78 persen dari target tahun penuh 2026.
  • Capacity factor mencapai 89,9 persen dan availability factor menyentuh 98,51 persen.
  • Pencapaian penghindaran emisi sebesar 3,48 juta ton CO2eq dibandingkan dengan pembangkitan tenaga batu bara.
  • Total pendapatan mencapai US$352,20 juta dengan Laba Bersih US$126,62 juta dan EBITDA US$287,77 juta per September 2026.

Arus Modal Asing Keluar dan Dampak pada IHSG

Sentimen pasar yang memburuk tidak hanya berdampak pada saham PGE, tetapi juga merambat ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sepanjang tahun berjalan hingga 2026, arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp94,87 triliun. Dampak kepengiran dana asing tersebut terlihat jelas pada penurunan indeks yang anjlok hingga 37,10 persen. IHSG terpantau terjun bebas dari posisi 8.647 pada 31 Desember 2025 menjadi 5.439 pada 23 Oktober 2026. Meskipun demikian, PGE menyatakan bahwa tekanan harga saham saat ini murni akibat kondisi pasar, bukan melemahnya kualitas bisnis inti perusahaan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ