Safety Car MotoGP 2026 di Mandalika Gunakan Pertamax Turbo, Pasokan BBM Lombok Dijaga 7 SPBU

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Safety Car MotoGP 2026 di Mandalika Gunakan Pertamax Turbo, Pasokan BBM Lombok Dijaga 7 SPBU
BAGIKAN:

PT Pertamina Patra Niaga memastikan operasional Safety Car resmi MotoGP di Sirkuit Mandalika akan menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo. Keputusan ini diambil untuk menjaga performa mesin balapan tetap maksimal selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Layanan khusus ini ditopang oleh SPBU Modular yang ditempatkan strategis di dalam area sirkuit.

Kitty Andhora, VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari kesiapan perusahaan dalam mendukung penyelenggaraan balapan internasional tersebut. "Fasilitas ini secara khusus melayani kendaraan operasional resmi, termasuk Safety Car, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujar Kitty pada Sabtu (10/10).

Pilihan bahan bakar jatuh pada Pertamax Turbo dengan rasio oktan (RON) 98. Produk ini dilengkapi teknologi Eco Save dan Ignition Boost Formula (IBF) yang dirancang spesifik untuk mesin berperforma tinggi. Kombinasi formula tersebut klaimnya mampu menjaga kinerja mesin dan memberikan respons akselerasi yang lebih cepat, krusial bagi keamanan lintasan saat insiden terjadi.

Candido, pemandu Safety Car MotoGP berkebangsaan Spanyol, menyatakan kepuasan akan kualitas bahan bakar lokal ini. "Untuk Safety Car di Indonesia, kami membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi dan formula aditif yang baik agar mobil dapat bekerja sesuai kebutuhan balapan. Pertamax Turbo memberikan semua yang kami butuhkan," ungkap Candido. Kepastian ini menjadi sinyal bahwa standar operasional balapan dunia kini terintegrasi penuh dengan rantai pasok energi dalam negeri.

Di luar kebutuhan lintasan, Pertamina Patra Niaga juga mengunci pasokan BBM untuk wilayah Lombok dan sekitarnya agar tetap aman selama acara berlangsung. Mereka menyiapkan tujuh SPBU yang mendapat pasokan tambahan dan prioritas dari Integrated Terminal Ampenan. "7 SPBU ini juga kita stand by-kan selama 24 jam," kata Kitty dalam konferensi pers di Sirkuit Pertamina Mandalika. Langkah ini memastikan kelancaran logistik tidak terhambat meski trafik pengunjung meningkat tajam.

Analisis Redaksi

Penggunaan bahan bakar lokal berstandar global pada aset operasional Safety Car memiliki implikasi strategis lebih dari sekadar teknis. Ini adalah validasi kualitas produk Pertamina di bawah standar balap internasional, di mana toleransi kesalahan sangat rendah. Jika bahan bakar mampu memenuhi kebutuhan akselerasi dan ketahanan mesin balapan berkecepatan tinggi, narasi kualitas produk premium lokal semakin menguat di mata investor dan konsumen.

Secara operasional, pengaktifan tujuh SPBU dalam mode siaga 24 jam menunjukkan mitigasi risiko logistik yang matang. Permasalahan klasik di acara besar seperti defisit pasokan lokal atau antrean panjang diantisipasi melalui distribusi prioritas dari terminal pusat. Langkah ini menjaga stabilitas pasokan bagi masyarakat Lombok yang menjadi tuan rumah, sehingga manfaat ekonomi dari event nasional dapat dirasakan langsung tanpa disoroti oleh keluhan infrastruktur pendukung.

Ke depan, integrasi antara kebutuhan teknis balapan internasional dengan infrastruktur energi nasional ini dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan. Fokus pada kesiapan pasokan tidak hanya untuk hari-H, tetapi juga memastikan kontinuitas layanan energi di wilayah destinasi wisata. Keberhasilan menjaga "safety" lintasan dan "security" pasokan energi akan menjadi penentu reputasi Mandalika sebagai tuan rumah ajang bergengsi.

Meow! Tanya Nesi!
😸