486 Penerbangan Batal: Houthi Serang Bandara Riyadh, Maskapai Eropa-AS Tunda Layanan

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

486 Penerbangan Batal: Houthi Serang Bandara Riyadh, Maskapai Eropa-AS Tunda Layanan
BAGIKAN:

Sebanyak 486 dari 1.048 keberangkatan terjadwal dari bandara-bandara di Arab Saudi dibatalkan atau tidak beroperasi pada Senin (12/10), setara dengan 46,4 persen dari total penerbangan harian. Pembatalan massal ini terjadi menyusul serangan rudal yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran, yang melanda Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta kota-kota lain seperti Dammam dan Jeddah.

Gangguan operasional mencapai titik tertinggi pada hari Minggu (11/10), ketika 623 dari 1.096 keberangkatan terjadwal di seluruh Arab Saudi lumpuh. Di Bandara Internasional King Khalid secara khusus, 353 dari 354 keberangkatan yang dijadwalkan pada hari tersebut terdampak. Akibatnya, bandara ini dijadwalkan tetap ditutup hingga Sabtu (17/10), berdasarkan pemberitahuan penerbangan yang diterbitkan pada Senin (12/10).

Respond maskapai global bervariasi dalam menanggapi krisis ini. Air France-KLM memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga akhir Oktober 2026. Akasa Air dari India menunda layanan hingga 15 Oktober 2026, sementara IndiGo memperpanjang pembatalan ke Riyadh dan Dammam hingga tanggal yang sama. Maskapai berbiaya rendah India lainnya menangguhkan rute ke Riyadh dan Jeddah hingga 13 Oktober 2026.

Dampak juga terasa pada maskapai Eropa dan Amerika. Lufthansa Group membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober 2026. Dari Amerika Serikat, Delta Air Lines menunda peluncuran rute baru Atlanta-Riyadh hingga Maret 2027. Maskapai asal Jerman lainnya juga membatalkan layanan ke Riyadh hingga 16 Oktober 2026, sementara maskapai Qatar menangguhkan sementara layanan ke Riyadh dan Dammam tanpa tanggal pasti untuk pembukaan kembali.

Maskapai regional dari Asia dan Timur Tengah turut terkena imbas. Cathay Pacific menunda pembukaan rute Hong Kong-Riyadh dan Hong Kong-Dubai hingga 31 Januari 2027. Emirates membatalkan sejumlah penerbangan Dubai-Riyadh, termasuk EK815, EK817, EK819, dan EK816. Etihad menggeser seluruh penerbangan Abu Dhabi-Riyadh dan Abu Dhabi-Dammam hingga 19 Oktober 2026. Malaysia Airlines, Philippine Airlines, dan flydubai juga memperpanjang penangguhan layanan mereka masing-masing hingga 19 Oktober dan 29 November 2026.

Analisis Redaksi

Penutupan Bandara King Khalid hingga pertengahan Oktober menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan geopolitik kawasan. Penundaan layanan oleh maskapai premium seperti Emirates dan Etihad hingga batas waktu yang panjang (pertengahan Oktober) mengindikasikan bahwa operator aviasi memperkirakan ancaman keamanan tidak akan segera mereda dalam jangka pendek. Keterlibatan langsung sektor pertahanan AS, yang terbukti dari tundaan rute Atlanta-Riyadh hingga Maret 2027, menunjukkan bahwa pasar udara internasional kini menganggap Arab Saudi sebagai zona risiko tinggi secara struktural, bukan sekadar gangguan sementara.

Bagi penumpang, fragmentasi jadwal menjadi risiko utama. Dengan 14 maskapai mengambil langkah berbeda, dari pembatalan total hingga penundaan bertahun-tahun, koordinasi logistik antar-kota menjadi rumit. Data Cirium yang mencatat hampir 47% pembatalan harian menunjukkan parahnya disrupsi ini. Penumpang harus bersikap sangat waspada karena informasi yang beredar sering kali tidak real-time; perbedaan status antar-rute (misalnya Jeddah masih beroperasi sebagian sementara Riyadh ditutup) berarti satu tiket dapat valid untuk satu kota tetapi tidak untuk kota lain pada hari yang sama.

Secara logis, langkah selanjutnya bergantung pada durasi penutupan bandara dan respons diplomasi. Jika King Khalid tetap tutup hingga 17 Oktober, maskapai kemungkinan besar akan memperpanjang penangguhan mereka jauh melampaui tanggal-tanggal awal Oktober yang sudah ditetapkan, termasuk maskapai yang semula hanya menangguhkan hingga 13 atau 15 Oktober. Stabilitas rute menjadi prasyarat mutlak sebelum maskapai berani mengembalikan operasi normal, karena reputasi keamanan adalah aset paling berharga dalam industri aviasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸