Puan Maharani Tuntut Penangkapan Pelaku Pengeroyokan BEM UI di Tebet

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Puan Maharani Tuntut Penangkapan Pelaku Pengeroyokan BEM UI di Tebet
BAGIKAN:

Ketua DPR Puan Maharani mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap orang tak dikenal yang mengeroyok Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda di Tebet, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Desakan ini disampaikan di kompleks parlemen pada Selasa (6/10), menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan perlindungan hukum bagi Aktivis.

"Kami akan meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa menyelidiki hal tersebut dengan sebaik-baiknya dan kemudian segera untuk untuk menemukan pelakunya," ujar Puan. Ia menegaskan bakal menugaskan Komisi III untuk mendalami insiden tersebut. Bagi Puan, kekerasan dalam bentuk apapun tak bisa dibenarkan dan tidak boleh terulang kembali.

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menyebut insiden itu sebagai bentuk teror nyata. "Penyerangan secara fisik kepada mahasiswa adalah bentuk teror yang nyata dan harus diungkap agar motif pemukulan itu dapat diketahui," kata Nasir. Ia meyakini polisi akan menemukan pelaku, sembari berharap keberadaan CCTV di lokasi kejadian dapat menjadi petunjuk kunci bagi penyidik.

Pencari fakta di lapangan, legal consultant BEM UI Adiluhung, menyoroti keanehan modus operandi. Sepeda motor korban tidak dibawa kabur. "Setelah menendang motor Bapis, pelaku justru memilih untuk memukuli saudara Bapis. Tidak ada upaya dari pelaku untuk mengambil motor atau barang berharga lainnya, pada awalnya," ujarnya. Pelaku baru mengambil ponsel korban setelah pertikaian selesai, indikasi kuat bahwa ini bukan sekadar pencurian biasa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan institusinya akan menyelidiki dugaan penganiayaan itu. "Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet, adanya pemukulan ataupun dugaan penganiayaan kepada salah satu dari organisasi mahasiswa," kata Budi Hermanto. Polda berharap korban atau pihak terkait segera membuat laporan agar proses hukum bisa berjalan cepat.

Analisis Redaksi

Modus penyerangan di mana pelaku tidak menarik kendaraan korban namun memukulnya secara brutal mengindikasikan serangan bertujuan intimidasi, bukan materi. Ini mengisyaratkan adanya aktor di balik peristiwa yang ingin mengirim pesan menakutkan kepada gerakan mahasiswa.

Peran DPR dalam mendesak proses hukum ini penting sebagai bentuk pengawasan eksekutif. Namun, efektivitas investigasi tetap bergantung pada kecepatan pengumpulan bukti forensik dan saksi. Publik perlu mewaspadai jika kasus ini digantung atau tidak dituntaskan secara transparan.

Ke depan, kepolisian harus mampu membuktikan apakah ada jaringan di balik para OTK tersebut. Ketidakjelasan motif selama ini menjadi celah bagi spekulasi liar. Penuntasan kasus menjadi ujian nyata komitmen negara dalam melindungi ruang aspirasi sivitas akademika.

Meow! Tanya Nesi!
😸