Mekar Plankton Ubah Laut Chonburi Hijau Pekat, Ancam Nelayan Kerang Thailand

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Sumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Mekar Plankton Ubah Laut Chonburi Hijau Pekat, Ancam Nelayan Kerang Thailand
BAGIKAN:

Warna hijau pekat kini menutupi permukaan laut lepas di Pesisir Chonburi, Thailand, Kamis (1/10/2026). Fenomena ini bukan sekadar perubahan warna optik, melainkan indikasi mekarnya plankton secara meluas yang mengubah ekosistem perairan setempat secara drastis di tengah musim panas laut yang kian menghangat.

Ilmuwan kelautan Thailand, Tanuspong Pokavanich, menjelaskan bahwa konsentrasi plankton di beberapa daerah Teluk Thailand melonjak hingga 10 kali lipat dari jumlah normal. Ledakan biologis ini mengubah air menjadi hijau terang, sebuah tanda bahaya bagi kehidupan laut yang bergantung pada keseimbangan oksigen dan cahaya matahari.

Para ahli menyoroti bahwa siklus pertumbuhan plankton ini sebenarnya bersifat musiman, terjadi satu atau dua kali setahun dengan durasi singkat, yakni dua hingga tiga hari. Namun, dampak dari pertumbuhan pesat tersebut krusial: plankton dapat melepaskan racun yang membahayakan lingkungan atau secara aktif membunuh biota laut dengan menghabiskan oksigen dan menghalangi penetrasi sinar matahari.

Kondisi ini menciptakan apa yang disebut sebagai "zona mati" perairan di lepas pantai timur Thailand. Dampaknya langsung menyentuh hulu mata pencaharian masyarakat pesisir. Satitchat Thimkrajong, Presiden Asosiasi Perikanan Chonburi, menegaskan bahwa wilayah garis pantai provinsi tersebut memang dikenal sebagai sentra peternakan kerang yang kini terancam keberlangsungan usahanya.

Skala masalah ini tidak hanya terbatas di Asia Tenggara. Di tingkat global, gelombang panas laut menjadi perhatian serius tahun ini. Seribu ikan mati terdampar di pantai Texas, dan para ahli memperingatkan potensi berkembangnya alga di pantai Inggris akibat kenaikan suhu laut yang terus terjadi.

Analisis Redaksi

Fenomena di Chonburi mengisyaratkan pola global di mana anomali suhu laut tidak lagi sekadar perubahan iklim makro, tapi pemicu guncangan ekologis lokal yang mengancam rantai pangan. Lonjakan plankton 10 kali lipat bukan hanya sekadar 'alga bloom' biasa, melainkan sinyal stress sistem yang berpotensi mengubah zona tangkapan menjadi area steril bagi industri perikanan budidaya kerang.

Bagi sektor ekonomi maritim, ini adalah peringatan dini yang serius. Jika 'zona mati' ini bertahan lebih dari jendela dua hingga tiga hari yang diperkirakan para ahli, kerugian finansial bagi nelayan lokal akan signifikan. Diperlukan pemantauan intensif dan langkah mitigasi darurat untuk melindungi aset produktif peternakan kerang di Chonburi dari hipoksia yang dipicu mekar plankton tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸