Irjen Herry Heryawan Naik Pangkat Jadi Komjen, Perwira Antiteror Ini Kini Pimpin Baharkam Polri

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Irjen Herry Heryawan Naik Pangkat Jadi Komjen, Perwira Antiteror Ini Kini Pimpin Baharkam Polri
BAGIKAN:

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menunjuk Irjen Pol Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi ini menjadi momentum penting bagi Herry, yang akan naik pangkat dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal atau bintang tiga. Penunjukkan tersebut bukan sekadar promosi, melainkan mandat strategis untuk mengelola keamanan dalam negeri di bawah komando langsung Kapolri.

Dalam telegram yang sama, tercatat total 88 personel yang mengalami mutasi jabatan di lingkungan Polri. Herry menggantikan posisi Komjen Karyoto, yang bermutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) Baharkam Polri dalam rangka pensiun. Pergantian ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Karyoto di pucuk struktur keamanan internal Polri. Herry kini memegang kendali penuh atas satuan pemeliharaan keamanan yang mencakup pengawasan siber, keamanan dalam negeri, dan pemberantasan terorisme.

Rekam jejak Herry menunjukkan pengalaman panjang di bidang penanganan kriminalitas siber dan terorisme. Lulusan Akpol 1996 ini pernah menjabat Wakil Kapolresta Tanjung Pinang pada 2009 dan Kepala Densus 88 Anti Teror di Ditreskrim Polda Kepulauan Riau. Ia kemudian digeser ke Polda Metro Jaya untuk mengisi posisi Kasubdit Jatanras dan Wadirreskrimum. Pengalaman ini mengasah nalurinya dalam menangani kasus-kasus kompleks yang berdampak luas pada stabilitas keamanan nasional.

Perjalanan karier Herry terus menanjak dengan penunjukannya sebagai Kapolres Depok pada 2016, disusul peran strategis sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Densus 88 pada 2017. Pada 2019, ia diangkat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menunjukkan kepercayaan Polri pada kemampuannya menangani kejahatan narkotika. Puncaknya, Herry pecah bintang menjadi Brigjen saat memimpin Densus 88 pada 2020, sebelum akhirnya mengemban tugas sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Hukum dari 2023 hingga 2025.

Selama lebih dari setahun menjabat Kapolda Riau sejak Maret 2025, Herry berhasil mengelola keamanan di salah satu provinsi dengan dinamika tinggi. Kini, ia kembali ke lingkungan pusat untuk memimpin Baharkam, lembaga yang menjadi tulang punggung pertahanan internal negara. Penunjukan ini menegaskan bahwa Polri memprioritaskan perwira dengan spesialisasi antiteror dan siber untuk menjaga keutuhan negara di tengah ancaman keamanan yang terus berkembang.

Analisis Redaksi

Mutasi Herry ke Baharkam menandakan pergeseran taktis Polri dalam menghadapi ancaman keamanan modern. Kombinasi pengalaman antiteror dan keamanan siber menjadikannya figur yang tepat untuk mengantisipasi ancaman hybrid yang menyatu antara aktivitas teroris dan propaganda digital. Langkah ini juga mengindikasikan bahwa Polri semakin serius dalam mengintegrasikan pemberantasan terorisme dengan pengawasan keamanatan dalam negeri secara proaktif.

Pergantian pucuk pimpinan Baharkam ini diharapkan mampu mempercepat respons Polri terhadap insiden keamanan. Dengan latar belakangnya di Densus 88 dan Polda Metro Jaya, Herry diyakini memiliki jaringan intelijen yang kuat untuk mendeteksi potensi ancaman lebih awal. Publik perlu mewaspadai transisi kepemimpinan ini sebagai titik balik dalam strategi keamanan nasional, di mana profesionalisme perwira spesialis menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas Indonesia.

Meow! Tanya Nesi!
😸