APINDO Lepas Kelola Bandara Dhoho Kediri, Surya Dhoho Ambil Alih Penuh Mulai 1 Oktober 2026

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

APINDO Lepas Kelola Bandara Dhoho Kediri, Surya Dhoho Ambil Alih Penuh Mulai 1 Oktober 2026
BAGIKAN:

PT Angkasa Pura Indonesia resmi mengakhiri kerja sama operasional dengan PT Surya Dhoho Investama untuk Bandara Dhoho Kediri. Keputusan ini diambil atas permintaan pemilik saham mayoritas yang ingin mengembangkan bandara secara mandiri, bukan akibat gagal janji (wanprestasi). Perjanjian pengakhiran KSO tersebut diteken pada 31 Agustus dan efektif per 1 Oktober 2026, di mana pengelolaan operasional sepenuhnya beralih ke Surya Dhoho.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia, Agus Hariyadi, menjelaskan dinamika di balik putusnya kemitraan ini saat ditemui di Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10). "Ini permintaan dari mereka (karena) mungkin (ingin) mengembangkan sendiri," ujar Agus. Ia menegaskan bahwa hubungan kedua pihak tetap harmonis, tanpa satu pun pihak yang dinilai melanggar perjanjian awal. Proses peralihan mencakup penyelesaian hak dan kewajiban, masa transisi, hingga penyerahan dokumen dan aset.

Agus tidak memungkiri bahwa kondisi operasional Bandara Dhoho masih menghadapi tantangan serius. Volume lalu lintas penerbangan di bandara tersebut diakui belum maksimal. Faktor eksternal turut memperburuk situasi, khususnya tren industri penerbangan global yang sedang mengalami depresiasi. "Kalau boleh dikatakan, jujur memang secara trafik belum maksimal, apalagi dalam situasi terakhir setelah kondisi penerbangan ini sedang terdepresiasi karena berbagai faktor yang paling berpengaruh adalah kondisi geopolitik," kata dia.

Ketegangan geopolitik global berdampak langsung pada melonjaknya harga bahan bakar pesawat atau avtur. Komponen biaya ini mendominasi total biaya operasional maskapai, sehingga fluktuasi harga avtur sangat memengaruhi keputusan maskapai dalam mengoperasikan rute. Akibatnya, tingkat lalu lintas penerbangan di bandara daerah seperti Kediri ikut terdampak, mengurangi potensi pendapatan dan daya tarik bagi pengelola.

Meskipun APINDO keluar, Kementerian Perhubungan memastikan layanan bandara tetap berjalan normal. Bandara Dhoho Kediri tetap menjadi bagian vital dari sistem transportasi udara nasional. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 tanggal 25 September 2026, pengelolaan bandara secara resmi ditetapkan kepada PT Surya Dhoho Investama sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan keluarnya APINDO, kini perusahaan tersebut mengelola 36 bandara lainnya di Tanah Air.

Analisis Redaksi

Langkah strategis Surya Dhoho untuk mengambil alih kendali penuh mengindikasikan adanya perbedaan visi pengembangan jangka panjang dibandingkan skema KSO sebelumnya. Bagi APINDO, efisiensi portofolio dengan fokus pada 36 bandara lain adalah logis, terutama mengingat beban operasional di bandara dengan trafik rendah seperti Dhoho.

Diperlukan pengawasan ketat terhadap komitmen investasi pasca-peralihan. Jika masalah depresiasi trafik dan geopolitik global tidak bisa diatasi, risiko utama adalah stagnasi layanan. Publik perlu mewaspadai apakah alih kelola ini akan meningkatkan frekuensi penerbangan atau justru memperlambat pembangunan infrastruktur pendukung di Kediri.

Meow! Tanya Nesi!
😸